Kamis, 1 Oktober 2020 - 02:17 WIB

Zaenal Arifin Dalam Puisi

IMG_3405

Sebuah pertunjukan “Puisi Kelompok” di gelar dalam acara Serah Terima Jabatan Kepala Lapas Wirogunan pada hari Rabu (01/06/2016). Tampil di awal adalah Puji, seorang WBP wanita dengan tenang mengucapkan, “Sang Zaenal, Dalam Sebuah Puisi.” Lalu berdiri diam mematung diiringi alunan musik lembut.

Tiba-tiba dari pojok kanan aula terdengar suara kencang Ambar seorang pegawai Lapas Wirogunan tanpa menggunakan pengeras,

“Sang Zaenal yang saya kenal

Sosok yang tekun, tenang dan penyabar

Serius berfikir namun rileks berpembawaan

Dalam kepemimpinannya

Wirogunan terasa ayem tentrem

Tumbuh subur suasana nyedulur

Tetapi kerja tetap teratur dan terukur”

Satu bait puisi tersebut dibalas oleh Tri Ari Astuti yang sehari-hari menjabat Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang duduk diantara para undangan dengan satu bait yang lain,

“Meskipun harus terus berlari

Mengikuti gerak reformasi birokrasi

Kami tak pernah merasa berat hati

Sebab Sang Zaenal selalu hadir

Memimpin memecahkan persoalan

Dan sigap mengambil keputusan

Dengan kepala dingin tanpa ketegangan

Beliau begitu memahami

Kekurangan dan kelebihan kami”

Puji yang sedari tadi mematung mulai menuturkan tentang sosok Zaenal Arifin di mata WBP setelah Tri Ari menghentikan puisinya,

“Para warga binaan diayomi

Semua hak kami dipenuhi

Dan suara kami selalu didengar

Ruang untuk mengembangkan diri disediakan seluas-luasnya

Beliau bagai Bapak kami sendiri

Merawat dan menjaga sepenuh hati”

Jati Suryono sang penggagas puisi kelompok dengan apik dan percaya diri juga menyusul mengucapkan satu bait puisi “Sang Zaenal”,

Pelukis dan penyair adalah kerabat

Wartawan dan awak media adalah sahabat

Pengusaha, birokrat dan masyarakat

Digandeng untuk ikut terlibat

Lapas dan dunia luar sekolah tanpa sekat

Membangun Lapas Jogja bernafas budaya

Adalah gagasan dan cita-citanya

Setelah satu persatu membacakan kembali sebait puisi,keempatnya berkumpul di depan para undangan dan menutup puisi dengan berbicara secara bersamaan, “Selamat jalan Sang Zaenal, semoga selalu sehat dan berbahagia.”

Mereka yang berada di aula pun bertepuk tangan menyaksikan puisi kelompok yang memang jarang mereka lihat dalam acara seperti ini, termasuk Zaenal Arifin yang menunjukan keharuan atas persembahan puisi yang diperuntukan untuknya.

Ambar Kusuma

 

Filed in: Kabar Penjara Juni 2016

No comments yet.

Leave a Reply