WBP Tak Boleh Dikunjungi Saat Lebaran, Ini Pelayanan Prima Lapas Yogyakarta

 WBP Tak Boleh Dikunjungi Saat Lebaran, Ini Pelayanan Prima Lapas Yogyakarta

Seorang WBP tengah menggunakan layanan Video Call pada momen lebaran tahun 2021 di Lapas Yogyakarta | Foto: RAP

 

Seorang WBP tengah menggunakan layanan Video Call pada momen lebaran tahun 2021 di Lapas Yogyakarta | Foto: RAP

YOGYAKARTA – Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) masih melanda dunia. Berbagai cara telah diupayakan agar penyakit ini tidak terus berkembang dan memakan korban. Slogan 3M hingga 5M pun terus digaungkan.

Hari pertama Idulfitri para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Yogyakarta terlihat dengan tertib memasuki ruang kunjungan untuk menggunakan layanan video call kepada kerabatnya selama hari pertama lebaran, Kamis (13/05).

Mulai dari mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari krumunan adalah tindakan yang terpantau dari para WBP pagi itu.

Bukan tanpa alasan, terkait masih berlangsungnya pandemi Covid-19 dan untuk mewujudkan slogan 5M, maka Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada hari Raya Idulfitri tahun 1442 Hijriah ini meniadakan layanan kunjungan bagi Warga Binaan Pemasyarakayan (WBP).

Seorang WBP tengah mengecek suhu tubuhnya melalui alat yang telah disediakan di Lapas Yogyakarta | Foto: RAP

Sebagai pengganti sekaligus mewujudkan pelayanan prima, Petugas Pemasyarakatan Lapas Yogyakarta sesuai arahan kalapas menyiapkan 9 komputer agar WBP dapat melakukan video call dengan keluarganya.

Mengutip amanat Kepala Lapas Yogyakarta pada Apel Siaga Menjelang Hari Raya Idulfitri kemarin (12/5), bahwa pada hari raya tahun ini tidak diadakan kunjungan keluarga warga binaan secara langsung, sebagai gantinya jajarannya menyediakan layanan kunjungan secara virtual melalui video call selama 3 hari yaitu tanggal 13, 14, dan 15 Mei 2021. (https://lapaswirogunan.com/apel-siaga-jelang-lebaran-kalapas-tingkatkan-kewaspadaan-kesiagaan-dan-berikan-pelayanan-terbaik/)

Dalam pelaksanaannya, petugas mengatur sistem pemanggilan WBP untuk menghindari kerumunan. Anggota Regu Pengamanan juga sigap dalam mengatur WBP yang akan memanfaatkan layanan video call. Sedangkan tim medis bersiaga memantau suhu badan setiap WBP yang datang. Sementara bila terjadi penumpukan maka para WBP diminta untuk menunggu di taman dengan menjaga jarak.

Sementara itu, di ruang layanan video call para WBP dapat berbincang-bincang dengan keluarga selama 8 menit. Para petugas yang menjadi operator pada layanan ini sigap dan penuh keramahan memberikan pelayanan kepada para WBP. Bahkan terkadang terdengar senda gurau  antara petugas dan WBP sehingga suasana menjadi lebih akrab, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Terpantau beberapa momen emosional pun tertangkap Tim Humas Lapas Yogyakarta. WBP dan keluarga ada yang menangis, ada pula yang langsung meminta maaf dengan ayah bundanya, bahkan ada yang langsung minta dikirimi uang melalui uang elektronik pengganti uang tunai.

Seorang WBP dengan didampingi seorang Petugas Pemasyarakatan tengan berinteraksi dengan kerabatnya melalui video call | Foto: RAP

Momen emosional lain yaitu dari WBP berinisial T, sesaat Ia agak sulit berbicara ketika melihat langsung anaknya yang telah menjadi anggota Polri. Mereka berkomunikasi disela-sela jam istirahat anaknya yang sedang bertugas. Bijak seorang petugas yang juga sebagai operator menghampiri memegang bahunya agar WBP tersebut lebih tenang dan bisa memanfaatkan momen penting bagi diri dan buah hatinya itu.

Layanan Vidio Call ini sebagai sarana alternatif agar WBP dapat bertemu langsung secara virtual kepada keluarganya, dan menjadi obat pelepas rindu yang efektif. Hingga tengah hari layanan di Lapas Wirogunan Yogyakarta ini masih berlangsung dan tetap diserbu antusiasme para WBP. [AK, -HT]

Tim Humas L'WIRO

https://lapaswirogunan.com

correctional officer

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.