Sabtu, 26 September 2020 - 00:41 WIB

WBP Lapas Wirogunan Yogyakarta Sambut Hangat Sosialisasi Pemilu 2019

 

Pemilu sebagai ajang pesta demokrasi di Indonesia semakin dekat. Informasi pun gencar dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lapas Kelas IIA Yogyakarta yang popular disebut Lapas Wirogunan merupakan salah satu target bagi KPU Kota Yogyakarta dalam memberikan sosialisasi yang diselenggarakan pada hari Senin (11/02/2019)

Dihadapan sekitar 300 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Franky Argitamawan Mahendra, Ketua Divisi Sosialisasi KPU Kota Yogyakarta memberikan penjelasan terkait penyelenggaraan Pemilu. Dikatakannya bahwa Pemilu akan diadakan serentak seluruh Indonesia pada tanggal 17 April 2019, yang akan diikuti 20 partai, terdiri dari 16 partai nasional, dan 4 partai lokal di propinsi Nangro Aceh Darusalam.

Ada lima suara yang akan diberikan pemilih dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan. Suara itu adalah memilih presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD Propinsi, DPRD Kota/Kabupaten, dan DPD. Di kota Yogyakarta ada 40 kursi yang akan diperebutkan oleh calon anggota DPRD Kota, yang terbagi atas lima daerah pemilihan.

Lebih lanjut Nurhayati, rekan Franky di tim KPU Kota Yogyakarta menjelaskan kepada WBP, “Lapas Wirogunan berada di dapil 2, maka kalian yang status kependudukannya di dapil ini memiliki lima suara. Tetapi bila tinggal di kota Yogyakarta di luar dapil 2 maka memiliki 4 hak suara.”

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa bagi WBP status kependudukannya di luar kota Yogyakarta, tetapi masih di DIY maka memiliki 3 hak suara, sedangkan WBP yang berasal dari luar DIY hanya memiliki satu hak suara, yaitu memilih presiden dan wakil presiden.

Franky berusaha menciptakan suara akrab dengan mengajak WBP bermain tepuk tangan. Ketika Franky mengatakan,”Tepuk Angin!”

“Wush!” Serentak WBP mengucapkan

Para WBP antusias mendengarkan penjelasan pemilu, sehingga Heriyanto, Kepala Seksi Binapi menegaskan bila WBP memerlukan informasi lebih lanjut silahkan menemuinya atau  berkonsultasi kepada pegawai yang bertugas di Subsi Registrasi.

Febri asal Palembang merupakan salah satu WBP yang antusias. Dia meminta tolong kepada petugas Lapas  bersedia  dikirimkan foto Kartu Keluarga agar WBP tersebut dapat membuat e-KTP sebagai salah satu syarat untuk bisa memberikan hak suaranya pada pemilu tahun 2019.

(AK 12022019)

Filed in: Kabar Penjara Februari 2019

No comments yet.

Leave a Reply