Kamis, 1 Oktober 2020 - 00:37 WIB

WBP Lapas Wirogunan Ikut Memeriahkan Lomba Tradisional Terompah Panjang Seluruh Indonesia

102_3509

“Hayo Maju… Maju!”

“Hayo Maju… Maju!”

“Hayo… Maju…. Maju…!”

Sebuah lagu “Hari Merdeka” dengan gegap gempita dinyanyikan oleh para pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapangan  Upacara Lapas Wirogunan pada Senin pagi (15/08/2016).

Mereka ikut larut dalam sebuah kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM  berupa pertandingan olah raga tradisional terompah panjang dalam rangka peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan RI ke-71 di lingkungan Rutan, Lapas, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Seluruh Indonesia, pada waktu yang bersamaan.

Para pegawai mengenakan kaos bernuansa merah atau putih, sementara WBP yang ikut bertanding mengenakan baju daerah berupa baju sorjan untuk WBP laki-laki, dan kebaya untuk yang perempuan. Sedangkan WBP yang tidak bertanding mengenakan kaos seragam mereka.

Kegiatan special karena diperintahkan langsung dari Jakarta melalui aplikasi zoom. Diawali dengan menyanyikan lagu “Hari Merdeka” dipimpin langsung oleh Adi MS,  seorang conductor terkenal yang dimiliki Indonesia.

Saat lomba Terompah panjang akan mulai, lima kelompok WBP yang terdiri dari 3 kelompok WBP laki-laki, dan 2 kelompok WBP perempuan bersiaga. Aba-aba pun  dari Jakarta, “Siap….. Ya!” Bergeraklah seluruh peserta lomba dengan semangat.  Di pinggir arena lomba para WBP memberikan semangat rekannya yang berlomba. Teriakan-teriakan tidak henti. Gemas dan gugup membuat beberapa peserta kehilangan konsentrasi, dan berakibat fatal. Timnya terguling karena kurang kompak. Justru kondisi inilah yang membuat penonton semakin senang. Pertandingan dilakukan hingga beberapa tahap, sampai seluruh peserta mengikuti lomba hingga bisa ditentukan juaranya. Suasana Lapas Wirogunan begitu meriah dan penuh keakraban. Pegawai dan WBP tampak menyatu bahu membahu mensuksukseskan acara. Setelah pertandingan antar WBP, berganti pertandingan antar pegawai. Tampak Suherman kepala Lapas Wirogunan memimpin kelompok pejabat eselon IV untuk melawan kelompok pejabat eselon V dan kelompok staf.

Sama dengan WBP, mereka berkompetisi dengan semangat, saking semangatnya kelompok eselon V terguling karena tidak dapat mengendalikan langkah-langkah mereka.

Ambar Kusuma

 

Filed in: Kabar Penjara Agustus 2016

No comments yet.

Leave a Reply