Kamis, 1 Oktober 2020 - 00:45 WIB

WASPADA TERHADAP GOLONGAN RADIKAL DAN BAHAYA NARKOBA

Setelah mengikuti Rakor Program Deradikalisasi yang diselnggarakan Badan Nasional Penanggulangan Teroriris (BNPT) di Jakarta, Zaenal Arifin, Kepala Lapas Wirogunan menyampaikan pesan sebagai oleh-oleh kepada para pagawai Lapas Wirogunan pada apel pagi hari Senin (22/02/2016).

Dinyakannya bahwa di dalam rakor yang diikutinya Menkopolhukam memberi pesan agar waspada terhadap golongan-golongan radikal. Walau beragama sama dan mengakui sebagai organisasi berlatar belakang agama tertentu, tetapi memiliki visi misi, ideologi yang berbeda dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah-tengah masyarakat ada kelompok yang fanatic. Kelompok ini tidak salah bila mengikuti ajaran yang benar.

Kalapas menegaskan, “Jangan bersikap apatis karena kelompok radikal sangat pandai merekrut orang-orang untuk menjadi anggotanya. Oleh sebab itu harus hati-hati jangan sampai terbuai. Perhatikan dan waspadai anggota keluarga dan tetangga. Teroris sangat tertutup dan kecil, tetapi dampaknya sangat besar.

Selain menjelaskan tentang teroris, Kepala Lapas Wirogunan juga mengajak pegawai untuk waspada terhadap bahaya narkoba. Dikatakannya, “narkoba sudah menjadi masalah yang sangat serius di Indonesia. Semua bisa kena narkoba baik aparat sampai keparat, pelajar, mahasiswa, pegawai, ibu rumah tangga, kepala keluarga, pengusaha, tokoh agama dan sebagainya.”

“Hal ini sangat dimungkinkan, karena harga narkoba yang mahal, sehingga bisa menjadi bisnis yang menggiurkan. Selain itu Indonesia merupakan market yang sangat besar, dan pintu masuknya narkoba sangat banyak.”

Kepala Lapas Wirogunan memerintahkan agar petugas meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba. Pemantauan CCTV harus terus dilakukan setiap hari. Sebagai penutup pengarahan apel Zaenal Arifin memerintahkan dokter dan para pejabat eselon IV untuk keruang rapat membahas hasil test urine yang telah dilakukan beberapa hari lalu.

Ambar Kusuma

Filed in: Kabar Penjara Februari 2016

No comments yet.

Leave a Reply