Jumat, 27 November 2020 - 21:17 WIB

Ujian Nasional dari Balik Tembok Lapas Wirogunan

101_6305

Para pelajar SLTA di seluruh Indonesia serempak menghadapi ujian negara pada hari Senin (04/04/2016). Begitu pun mereka yang mengikuti pendidikan kesetaraan Kejar Paket C. Salah satunya “Pc”, seorang narapidana di Lapas Wirogunan dengan kasus Perampasan secara bersama-sama dan dipidana lima tahun.

Menjelang Ujian pertama bercerita “Pc” kepada Kusuma yang selama ini menjadi gurunya,  “Sembilan tahun lalu saya ujian kelas III SMA dan tidak lulus.” “Saya tidak pernah mengulang ujian untuk lulus.” “Justru di Lapas ini saya ketemu Bapak, dan mengajak saya untuk kembali sekolah.” “Bapak juga yang mengajarkan saya, dan sekarang saya ingin lulus.” “Seperti yang Bapak pernah bilang, saya bisa memulai yang baik untuk masa depan saya dari Lapas Wirogunan.” “Saya bertekad untuk itu.”

Zaenal Arifin, Kepala Lapas Wirogunan menjelaskan bahwa tahun ini ada tiga narapidana yang mengikuti ujian di Lapas Wirogunan. Satu orang mengikuti ujian kejar paket B, dan dua orang mengikuti ujian Kejar Paket C. Satu orang sebelum ujian nasional telah bebas dan mengikuti ujian di SMP 15 Yogyakarta, tempat penyelenggaraan ujian nasional Kejar Paket C di Yogyakarta.

Kusuma, pegawai Lapas Wirogunan yang menangani dan mengajar narapidana menyatakan,”Penyelenggaraan pendidikan Kesetaraan merupakan salah satu layanan dari pemenuhan hak-hak narapidana yang tertuang pada Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1999.” “Ketiadaan guru di Lapas merupakan salah satu kendala, oleh sebab itu dengan kemampuan terbatas kami mengajarkan narapidana. Bersyukur ada relawan dari seorang mahasiswa UIN yang mau mengajarkan salah satu mata pelajaran.” “Keinginan belajar mereka yang memberi semangat kami untuk mengajar, termasuk anak kami “Ys” yang dipidana mati dan berharap mendapatkan grasi dari Presiden.”

Tepat pukul 13.30 WIB, ujian nasional segera dimulai, Kusuma langsung memberikan perlengkapan ujian kepada “Pc” dan berujar,”Menteri Pendidikan mengatakan,’Kerjakan ujian dengan jujur’, buktikan kamu seorang narapidana dapat bekerja dengan jujur.”

“Mang bisa tidak jujur Pak?” “Lha saya ujian sendiri, ada pengawas, ada Bapak yang galak, dan banyak wartawan he he he…” timpal “Pc” dengan selengekan.

Wulan, Kepala Dinas Pendidikan Luar Sekolah Kota Yogyakarta bersama Direktur Primagama Yogyakarta berkesempatan mengunjungi ujian nasional di Lapas Wirogunan. Senang hatinya mendapat penjelasan bahwa narapidana di Lapas Wirogunan diberikan kesempatan bagi yang ingin melanjutkan pendidikan bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Yogyakarta. Nasehat pun diberikan kepada “Pc” yang telah menyelesaikan ujian di hari itu, “Masih muda, harapan masih terbuka lebar.” “Setelah lulus dari Kejar Paket C, kamu berkesempatan untuk kuliah.” “Buktikan dari tempat ini kamu bisa menjadi pribadi yang baik.” “Saya senang kamu punya semangat untuk belajar.”

“Pc” pun hanya tersenyum sambil menghabiskan snek yang ada di tangannya.

Ambar Kusuma

Filed in: Kabar Penjara April 2016

No comments yet.

Leave a Reply