Tingkatkan Kualitas Layanan, LPP Tenggarong Studi Tiru di Lapas Yogyakarta

 Tingkatkan Kualitas Layanan, LPP Tenggarong Studi Tiru di Lapas Yogyakarta

Kalapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo (paling kanan) menyambut baik kehadiran Tim Studi Tiru LPP Tenggarong Kaltim.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta kembali menjadi tempat studi tiru Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Kali ini Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Kalimantan Timur, mengunjungi Lapas Yogyakarta.

“Kegiatan ini untuk bertukar informasi dan inovasi dengan Lapas Yogyakarta untuk diterapkan di Lapas Perempuan Tenggarong, dengan tujuan meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada WBP dan masyarakat,” tutur Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, Tri Winarsih, Jumat (30/9).

Kepala Lapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, menyambut langsung kedatangan Tim Studi Tiru yang berjumlah delapan personel tersebut. Dari ruang transit yang sekaligus ruang memorabilia, Kalapas mengajak tim menuju selasar dimana program Wahana Edukasi Pemasyarakatan dimulai.

“Keberadaan wahana edukasi yang mudah diakses masyarakat ini, selain menunjukkan sisi humanis pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan juga mempermudah masyarakat mendapatkan pengetahuan dan penjelasan tentang sejarah dan perkembangan sistem Kepenjaraan yang berubah menjadi Sistem Pemasyarakatan di Indonesia,” terang Kalapas mengawali penjelasannya.

Selepas dari selasar, Kalapas mengajak Tim menuju wahana edukasi lainnya yaitu Assessment Center Narapidana (Ascena) Lapas Yogyakarta yang terletak di gedung dalam area lapas. Ia menerangkan bahwa pembangunan Ascena disesuaikan dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) RI Nomor 7 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Kalapas juga menunjukkan penggunaan Kartu Pembinaan berbasis elektronik ya g dimiliki setiap WBP. Kartu sebesar kartu ATM bercip tersebut digunakan sebagai sarana Ascena menghimpun data kegiatan para WBP.

Kalapas Yogyakarta secara simbolis menyerahkan produk Bakpia Mbah Wiro 378 kepada Kalapas Perempuan Tenggarong.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Selanjutnya Tim menuju Gedung Bimbingan Kerja WBP dimana di dalamnya terdapat berbagai bidang pembinaan kemandirian. Seperti pembuatan boks souvenir, sepatu, pengelasan, dan Bakpia ‘Mbah Wiro 378’.

Menutup acara siang itu Kepala LPP Tenggarong memberikan cendera mata karya WBP berupa Sulam Tumpar kepada Kepala Lapas Yogyakarta. [HT]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to content