Kamis, 24 September 2020 - 21:49 WIB

Tim Penanggulangan AIDS Lapas Wirogunan Teratur Berikan Penyuluhan dan VCT kepada WBP

TPA - LP WG

Ari Dharmayanti, dokter spesialis gigi, tengah memberikan penyuluhan mengenai HIV/AIDS kepada WBP di Aula RS Lapas Wirogunan Yogyakarta pada Senin (9/2). [Foto: Prakawan Hendriyanto]

Tim Penanggulangan AIDS (TPA) Lapas Kelas IIA Yogyakarta (Lapas Wirogunan) memberikan penyuluhan dan melakukan Valuntary and Counseling Test (VCT) terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Senin (9/2). Penyuluhan ini merupakan kegiatan “Komunikasi Informasi dan Edukasi” yang merupakan bagian dari program kegiatan Tim Penanggulangan HIV/AIDS (TPA) Lapas Wirogunan. Hingga Februari 2015 sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali penyuluhan dengan sasaran seluruh WBP.

TPA Lapas Yogyakarta bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), seperti Puskesmas Pakualaman, Puskesmas Gedong Tengen, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, TPA kota Yogyakarta, dan LSM Victory.

“Instansi-instansi ini selalu kami dilibatkan dalam kegiatan TPA Lapas Yogyakarta”, kata Novita, dokter umum Lapas Wirogunan.

Novita melanjutkan, salah satu hasil kerja sama ini salah satunya adalah akan dilaksanakannya kegiatan VCT pada tanggal 14 Februari 2015. Petugas lainnya yaitu dari Mobile Clinic KPA Kota Yogyakarta turut serta melakukan pengidentifikasian, pemeriksaan, dan berperanan selaku konselor, serta mengambil sampel darah WBP untuk diperiksa terkait dengan HIV/AIDS.

Sementara itu, Ari Dharmayanti, dokter spesialis gigi Lapas Wirogunan, ditunjuk sebagai pemberi penyuluhan mengenai HIV/AIDS untuk WBP. WBP yang menerima penjelasan adalah WBP baru yang menjalankan pidana penjara di Lapas Wirogunan atau para tahanan yang belum lama dikirim oleh intansi Polri ke lapas.

Usai pembahasan tentang HIV/AIDS materi berganti seputar narkoba, disampaikan oleh Ambar Kusuma, Petugas Pelayanan Informasi dan Dokumentasi. Ambar yang juga pernah menjadi petugas dibidang pembinaan WBP, memberikan penyuluhan dengan mengadopsi metode serius tapi santai. Para WBP diajak berinteraksi membahas seputar HIV/AIDS dan Narkoba sesuai dengan pengetahuan atau pengalaman masing-masing. Cara ini terbukti efektif membuat WBP lebih terbuka dan penuh kesadaran mengerti kesalahannya dimasa lampau. “Kehidupan keluarga saya jadi berantakan karena saya pemakai (narkoba)”, ujar WBP tersebut.

Selain itu, anggota tim lainnya yaitu Kaidi dan Endang, Sunardi, Onitawati, Fitri, dan Tiwi kesemuanya adalah perawat Rumah Sakit Lapas Wirogunan, juga memberikan penyuluhan secara bergantian. Kelanjutan dari kegiatan ini adalah pengidentifikasian, pemeriksaan kesehatan, konseling, dan Valuntary and Counseling Test  (VCT).

Kegiatan dari Tim Penanggulangan AIDS di Lapas Wirogunan ini dilaksanakan secara teratur dan terpadu, dengan maksud agar para WBP mendapatkan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan Narkoba, serta dapat segera menangani bila ada WBP yang positif terinfeksi HIV dan menderita AIDS. [ Prakawan Hendriyanto ] [Editor: HT]

Filed in: Kabar Penjara Februari 2015

No comments yet.

Leave a Reply