Jumat, 25 September 2020 - 22:11 WIB

Tiga Sastrawan DIY Siap Berikan Workshop Menulis di Lapas Wirogunan

101_7763

Angin segar kembali berhembus ke Lapas Wirogunan. Setelah WBP diberikan bimbingan ketrampilan kewirausahaan oleh Margaria Groups, pada hari Selasa (26/4) Lapas Wirogunan dikunjungi sastrawan DIY. Imam Budi Santoso, Slamet Riyadi Sabrawi, dan Ons Untoro, tiga sastrawan yang tergabung dalam Komunitas Sastra Bulan Purnama Tembi Rumah Budaya bermaksud mengadakan workshop “Menulis Puisi dan Prosa bagi WBP dan Pegawai”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan WBP terhadap karya sastra.

Zaenal Arifin, Kepala Lapas Wirogunan menyambut senang atas rencana para sastrawan ini, “Kami sangat antusias bila ada masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam memberikan pembinaan bagi WBP. Belajar menulis pasti ada manfaatnya. Tahun 2014 ada anak kami dibawah bimbingan Jati Suryono dan Ambar Kusuma dapat meraih juara III lomba menulis Cerpen yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa DIY. Cerpennya bercerita tentang Lapas dengan judul ‘Masjid Mbah Wiro’. Sewaktu akan dikirim saya membacanya, dan tidak ada yang saya revisi.”

“Ini yang mungkin jadi kendala. Sebelum ada lomba yang diadakan oleh Balai Bahasa, kami memberikan bimbingan dan lomba menulis. Banyak  WBP bercerita tentang kisah nyata mereka selama di Lapas. Sayang ada pegawai yang tersinggung, dan Akibatnya para WBP banyak yang urung menulis karena takut. Jadi pegawai juga mesti diberi edukasi tentang hal ini,” Jati Suryono menimpali.

Iman Budi Santoso yang ternyata salah seorang juri cerpen ketika WBP memperoleh juara III merespon, “Itulah pentingnya workshop menulis, karena akan dibimbing tentang teknik terkait aturan, culture, dan keselarasannya.

Obrolan hangat para sastrawan dengan Kepala Lapas Wirogunan berakhir dengan kesepakatan akan diselenggarakan Work Shop Menulis Puisi dan Prosa pada hari Selasa tanggal 3 April 2016 di Lapas Wirogunan.

Ambar Kusuma

Filed in: Kabar Penjara April 2016

No comments yet.

Leave a Reply