Tidak Dipungut Biaya, WBP Lapas Yogyakarta Jalani Asimilasi di Rumah

 Tidak Dipungut Biaya, WBP Lapas Yogyakarta Jalani Asimilasi di Rumah

Kebijakan program asimilasi di rumah dijalankan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19, tanpa dipungut biaya sepeserpun.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Melalui program asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 serta dinilai berkelakuan baik, 1 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta mulai menjalani program asimilasi di rumah pada Jumat (04/03).

Pengelola Pembinaan Kepribadian Lapas Yogyakarta, Fajar Budi Suryono, menerangkan bahwa kebijakan asimilasi ini berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 43 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“Permenkumham No 43 Tahun 2021 ini memperpanjang program asimilasi rumah sampai dengan 30 Juni 2022 berlaku bagi narapidana yang tanggal 2/3 nya sampai dengan tanggal 30 Juni 2022, dan tentunya tidak dipungut biaya alias gratis,” terangnya.

Kepada keluarga WBP, Fajar Budi (baju putih) tengah menjelaskan terkait asimilasi di rumah.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Di hadapan WBP dan keluarganya, Fajar juga menyampaikan bahwa WBP yang mendapat asimilasi patut bersyukur karena tidak semua memperoleh kesempatan yang sama.

“Oleh sebab itu, tolong diperhatikan Bu, agar yang bersangkutan tidak melakukan tindak pidana apapun. Asimilasi bukan berarti bebas melainkan sisa masa hukuman pidana dijalani di luar lapas wajib tinggal di rumah, tidak berkumpul atau mengumpulkan massa sebagai bentuk penanggulangan pandemi Covid-19. Tolong patuhi segala peraturan yang ditetapkan oleh Balai Pemasyarakatan juga,” pesannya.

Lebih lanjut Ia menegaskan bahwa ketika WBP asimilasi melanggar ketentuan, maka status asimilasi yang bersangkutan dicabut dan dikembalikan ke lapas untuk menjalani sisa masa tahanan.

“WBP asimilasi tetap berstatus narapidana yang tetap terkait dengan berbagai aturan,” tegasnya.[HT]

Pelayanan prima dengan senyum, sapa, semangat, tegas, dan sopan santun.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.