Minggu, 6 Desember 2020 - 07:44 WIB

Teriakan Menggema pada Kunjungan Idul Fitri di Lapas Wirogunan

Salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dipeluk erat oleh salah satu anggota keluarga pada Kunjungan Hari raya Idul Fitri 1435 h di Aula Lapas Wirogunan pada Rabu, (30/7).

Salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dipeluk erat oleh salah satu anggota keluarga pada Kunjungan Hari raya Idul Fitri 1435 h di Aula Lapas Wirogunan pada Rabu, (30/7). Foto: Ambar Kusuma

Di Lapas Wirogunan dari tanggal 30 sampai dengan 31 Juli 2014 diselenggarakan Kunjungan Idul Fitri 1435 H bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada dua hari tersebut halaman Lapas Yogyakarta dipenuhi lebih dari seribu pengunjung. Pada hari pertama kunjungan, Rabu (30/7) tercatat 2020 orang mengunjungi WBP Lapas Wirogunan.  Semua terlayani dengan baik, meski diawal kegiatan di ruang pendaftaran beberapa pengunjung tertahan karena perlu dijelaskan kembali mengenai prosedur kunjungan. Sebagian pengunjung belum memahami, meski telah diberi penjelasan jauh-jauh hari.

Dari ruang pendaftaran pengunjung dipanggil masuk melalui pintu utama dan setiap pengunjung harus meninggalkan kartu identitasnya. Pemeriksaan, baik badan maupun barang bawaan tak luput dilakukan. Berlaku bagi seluruh pengunjung, baik dewasa maupun anak-anak. Selesai dari pemeriksaan, para pengunjung diarahkan menuju gedung aula untuk bertemu WBP yang dituju. Seluruh pelayanan dilaksanakan tanpa adanya pungutan liar (pungli). Hal ini tidak lain sebagai perwujudan tekad Lapas Wirogunan sebagai kawasan Zero Halinar (Kawasan tanpa Handphone, Pungutan liar, dan Narkoba).

Area parkir Lapas Wirogunan, terpantau sangat ramai berderet motor milik pengunjung. Pada hari pertama kunjungan tercatat 2020 orang mengunjungi WBP Lapas Wirogunan. Foto: Istimewa

Area parkir Lapas Wirogunan, terpantau sangat ramai berderet motor milik pengunjung. Pada hari pertama kunjungan tercatat 2020 orang mengunjungi WBP Lapas Wirogunan. Foto: Istimewa

Suasana emosianal begitu terasa selama waktu kunjungan di Gedung Aula Lapas Wirogunan. Salah satu yang terlihat adalah ketika seorang bapak berteriak sambil menitikan air mata. Spontan seluruh pengunjung yang ada di ruangan menengok ke arah suara. Terlihat pula seorang anak laki-laki bersandar pada bahu seorang bapak sambil terisak. Ada yang diam terpaku menahan haru, adapula yang bergembira dengan membuat acara makan bersama sambil memesan minuman yang disediakan Koperasi Pegawai Pengayoman Departemen Kehakiman (KPPDK) Lapas Yogyakarta. Pertemuan dibatasi selama 30 menit, selama itu pula kunjungan hari raya dihibur oleh Band Wirogunan pimpinan Iwan Yujono. (AK 31072014)

Filed in: Kabar Penjara Juli 2014

No comments yet.

Leave a Reply