Senin, 28 September 2020 - 06:46 WIB

Tauziah di Lapas Wirogunan; Ustadz Arif Gunadi Mengupas Keutamaan Bulan Ramadhan

Ustadz Arif Gunadi dari Kanwil Kementerian Agama DIY tengah menjelaskan mengenai keutamaan puasa di bulan Ramadhan kepada Jamaah Masjid Al-Fajar Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada Selasa 924/6)

Ustadz Arif Gunadi dari Kanwil Kementerian Agama DIY tengah menjelaskan mengenai keutamaan puasa di bulan Ramadhan kepada Jamaah Masjid Al-Fajar Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada Selasa (24/6)

Kelompok Hadroh WBP Lapas Yogyakarta mendendangkan beberapa tembang rohani sebelum acara pengajian menjelang Bulan Ramadhan dimulai. Acara diawali dengan sambutan Zaenal Arifin, Kepala Lapas Yogyakarta. Pada kesempatan ini, Zaenal mengungkapkan rasa bangganya karena selama ini Masjid Al-Fajar tampak makmur dengan berbagai kegiatan seperti sholat berjamaah, baca Alquran, hapalan Alquran, kesenian Hadroh, dan tauziah. Berharap kegiatan tersebut terus dikembangkan, dan berterimakasih kepada petugas, WBP, dan masyarakat yang memakmurkan Masjid Al-Fajar.

Pada acara inti, Ustadz Arif Gunadi dari Kanwil Kementerian Agama DIY, mengupas dan menjelaskan keutamaan Bulan Ramadhan. Pembawaan yang santai, diselingi kata-kata menggelitik, membuat para WBP sering tertawa dan bertepuk tangan.

Dijelaskan juga, bahwa langkah pertama menghadapi Bulan Ramadhan adalah menyiapkan fisik dan mental (psikhis). “Pahala di bula Romadhon itu dilipatkan tujuh puluh hingga tujuh ratus kali, dan ada alasan bila bulan Romadhon itu jangan disia-siakan, yaitu karena sebagai bulan pengampunan dan bulan turunnya Al-Quran, sebagai penuntun umat.” papar Ustadz Arif.

Ustadz Arif memaparkan juga bahwa manusia diciptakan Allah sebagai Mukhalafah atau pelaksana aturan. Baik peraturan yang diciptakan oleh Allah, maupun yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Oleh sebab itu pelanggar peraturan akan mendapatkan dampak hukum baik berupa sanksi bagi pelanggar aturan manusiua, maupun ganjaran bagi pelanggar aturan Allah.

Diakhir sesi, Ustadz Arif berpesan kepada WBP bahwa mereka harus optimis dosa-dosanya akan diampuni di Bulan Ramadhan, seperti bayi yang baru saja dilahirkan ibunya. (AK 24062014)

Filed in: Kabar Penjara Juni 2014

No comments yet.

Leave a Reply