Sabtu, 26 September 2020 - 05:21 WIB

Supri Menuai Hasil dari Ketekunannya

 

Setahun lalu Supri masih menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Wirogunan Yogyakarta karena kasus “Perlindungan Anak”. Sosok ini selama menjalankan pidana adalah WBP yang giat melaksanakan berbagai pembinaan. Pada pembinaan rohani, Supri aktif sebagai siswa di Madrasah Quran Al-Fajar Lapas Wirogunan. Hasilnya selain lancar membaca Al’Quran dia juga menjadi penghapal Al’Quran. Pada pembinaan ketrampilan Supri pernah mengikuti pelatihan jasa konstruksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat dan dinyatakan lulus sehingga memperoleh sertifikat. Lebih dari itu WBP ini sangat menekuni ketrampilan membuat boxcreat yang diselenggarakan oleh Subsi Bimker dan Haker bekerja sama dengan “Margaria Group”. Berbagai macam boxcreat dia buat dengan sangat baik dan memenuhi standar yang ditetapkan “margaria Group”. Supri menjadi salah satu WBP yang diandalkan dalam membuat kerajinan tangan ini.

Pembebasan Bersyarat menjadi hadiah yang dia dapat sehingga dapat menghirup kebebasan lebih cepat. Berkat ketekunannya, hadiah lain telah menanti. Pihak Margaria tanggap terhadap asset sumber daya manusia. Sosok ini pun direkrut menjadi karyawan di perusahaan ini. Bahkan dia pun diminta oleh Margaria membantu Puput, seorang instruktur dari Margaria yang melatih WBP di Lapas Wirogunan. Keberadaan Supri menjadi model bagi WBP lain, karena berkat ketekunannya dan keinginan berubah untuk lebih baik, masyarakat dan dunia usaha pun menerimanya.

“Alhamdulillah Pak, sewaktu bebas saya langsung ditawarkan kerja oleh Margaria. Selain dapat gaji, saya juga dapat uang makan dan uang transport. Saya jadi tidak bingung dalam  menghidupi anak istri” Ujar Supri kepada Kusuma, pegawai Lapas yang adalah guru Supri di program pendidikan kesetaraan Paket C.

Sewaktu di Lapas Wirogunan Supri memang aktif juga sebagai siswa belajar pendidikan kesetaraan Paket C. Ketika bebas yang bersangkutan telah duduk di kelas dua belas. Kusuma sebagai gurunya menyerahkan Supri ke SKB Kota Yogyakarta. Para siswa belajar Paket B dan C di Lapas Wirogunan memang terdaftar sebagai siswa SKB kota Yogyakarta. Hal ini bisa terwujud karena kedua instansi ini sudah menjalin kerja sama yang baik sejak lama. Bahkan SKB mengirim guru ke Lapas Wirogunan agar para WBP dapat belajar secara aktif.

“Kamu saya serahkan ke SKB ya Le. Sudah kelas dua belas. Jadi kamu harus tuntaskan pendidikanmu. Tahun depan ujian dan semoga kaumu lulus. Bapak tetap memantaumu. Bila ada kesulitan, hubungi Bapak,” Kusuma memotivasi kepada Supri.

“Siap Pak, saya akan tuntaskan,” ujar Supri beberapa bulan lalu ketika meninggalkan Lapas Wirogunan untuk menjalankan kehidupan barunya.

(AK 30112019)

Filed in: Kabar Penjara November 2019

No comments yet.

Leave a Reply