Staf Khusus Menkumham Bane Manalu Mengapresiasi Layanan & Inovasi Lapas Yogyakarta

 Staf Khusus Menkumham Bane Manalu Mengapresiasi Layanan & Inovasi Lapas Yogyakarta

Staf Khusus Menkumham, Bane Raja Manalu (tengah) saat meninjau Wahana Edukasi Pemasyarakatan. Didampingi Kakanwil Kemenkumham DIY, Imam Jauhari (paling kiri) dan Kalapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo. | Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta menerima kunjungan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Bane Raja Manalu, pada Sabtu (23/7). Dalam kunjungan itu, Bane menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan dan inovasi-inovasi pada lapas tersebut.

“Ini ada hal yang keren dari Lapas Kelas IIA Yogyakarta, keren disini bukan berarti menarik minat untuk tinggal disini ya. Banyak terobosan di Lapas Yogyakarta ini, dalam hal pelayanan maupun pembinaan,” ungkapnya.

Kedatangan stafsus di Lapas tertua di D.I. Yogyakarta tersebut disambut langsung oleh Kepala Lapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, dengan memakaikan peci bermotif batik sebagai sambutan selamat datang.

Pada kesempatan itu pula, Kelompok Jathilan ‘Turangga Mudha Wiraguna’ yang terdiri dari para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), menampilkan tarian selamat datang lengkap dengan kuda kepang.

Kunjungan berlanjut di Pawon Bakpia Mbah Wiro 378 atau tempat produksi bakpia yang terletak di gedung bagian depan Lapas tersebut.

Di ruangan dengan tampilan interior serba putih itu, Stafsus Bane tidak sendiri, Ia juga didampingi Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY, Imam Jauhari, dan berkesempatan mencicipi langsung Bakpia ‘Mbah Wiro 378’ dalam kondisi baru matang.

“Bakpia ini saya mencobanya kemarin, kok lebih enak dari bakpia yang biasa dibawa dari Jogja? Tanya saya. Saya jarang bilang makanan itu enak, tapi ini memang enak,” ungkapnya.

Selain mencicipi, Bane juga berkesempatan praktik membuat bakpia dengan dipandu Kalapas. Dalam kesempatan itu, Kalapas menjelaskan bahwa para WBP yang mendapat pembinaan keterampilan kerja membuat bakpia ini mendapatkan premi sebagai upahnya. Selain itu dalam menyeleksi WBP yang bekerja, Kalapas menjelaskan bahwa hal itu dipermudah oleh inovasi bernama Assessment Center Narapidana.

Assessment Center yang menjadi inovasi unggulan Lapas Yogyakarta, kata Kalapas, merupakan jawaban dari Permenkumham Nomor 7 tahun 2022.

“Inovasi ini kami hadirkan untuk digunakan berbagai kegiatan menunjang penerapan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN), kami memantau kegiatan pembinaan WBP dengan kartu pembinaan dan mesin scanner. Selain itu untuk kegiatan seperti pendampingan Wali Pemasyarakatan, konseling atau pendampingan psikologi bagi WBP, dan tempat melakukan penelitian Pemasyarakatan yang dilakukan Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas juga dapat diakomodasi inovasi ini Pak,” jelas Kalapas.

Menanggapi hal itu, Stafsus Menkumham berharap dengan adanya inovasi dan pembinaan yang komprehensif di Lapas Yogyakarta ini, dapat mempercepat tercapainya tujuan dari Pemasyarakatan.

“Untuk orang-orang yang kadung tinggal disini, mereka adalah orang-orang yang sama dengan kita hanya saja masih perlu dibina, harapan kita semua, nanti begitu keluar dari sini dapat diterima keluarga dan masyarakat, serta tidak mengulangi perbuatan pidana lagi,” harapnya.

Kepala Lapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, tengah menjelaskan terkait cara kerja inovasi Assesament Center.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

Menutup kegiatan siang itu, Kalapas, dan Kakanwil, mendampingi Staf Khusus Menkumham mengunjungi berbagai lokasi di Lapas Yogyakarta seperti; Wahana Edukasi yang terletak di selasar Lapas Yogyakarta, Ruang Memorabilia, Gedung Assessment Center, dan terakhir Aula Gevangenis van Wirogunan dan berfoto di tamannya. [HT]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to content