Solusi Overcrowded, Kalapas Yogyakarta Dukung Pelaksanaan Restorative Justice

 Solusi Overcrowded, Kalapas Yogyakarta Dukung Pelaksanaan Restorative Justice

Kepala Lapas Yogyakarta, Arimin tengah menyampaikan pandangannya terhadap pelaksanaan Restorative Justice. | Foto: Dok. Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, Arimin menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Restorative Justice dalam upaya mengatasi overcrowded pada lapas/rutan di D.I. Yogyakarta. Hal ini Ia sampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Penyelesaian Perkara Berbasis Keadilan (Restorative Justice), Senin (8/11).

Rakornis yang bertempat di Pengadilan Negeri Yogyakarta ini melibatkan para Aparat Penegak Hukum (APH) dalam Sistem Peradilan Pidana Wilayah D.I. Yogyakarta.

Pada kesempatan ini para APH membahas penerapan Restorative Justice, untuk mereformasi Criminal Justice System yang masih mengedepankan hukuman penjara.

Suasana saat Koordinasi Teknis (Rakornis) Penyelesaian Perkara Berbasis Keadilan (Restorative Justice) berlangsung. | Foto: Dok. Humas Lapas Yogyakarta

Kegiatan ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi tentang Alternatif Pemidanaan dan Keadilan Restoratif bagi Pelaku Dewasa, di Jakarta (22/6).

Saat itu, Dirjenpas menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan keadilan restoratif dan alternatif pemidanaan untuk mengatasi overcrowded demi efektivitas proses pembinaan.

“Pemasyarakatan sebagai bagian akhir dari sistem peradilan pidana sangat bergantung pada proses pelaksanaan pidana yang dilaksanakan oleh APH, mulai dari pra-adjudikasi, adjudikasi, sampai dengan pasca adjudikasi. Kalau permasalahan ini terus terjadi, ditangkap, dipenjara, ditangkap, dipenjara lagi, kami tentunya akan sulit melaksanakan pembinaan,” jelas Reynhard.

Para APH Kota Yogyakarta, berfoto bersama usai Koordinasi Teknis (Rakornis) Penyelesaian Perkara Berbasis Keadilan (Restorative Justice). | Foto: Dok. Humas Lapas Yogyakarta

Senada, Arimin menyampaikan hal yang sama di depan para APH.

“Kapasitas Lapas untuk menjadikan pelanggar hukum menjadi manusia yang baik, dan tidak mengulangi kesalahan lagi. Namun tentunya ada keterbatasan dalam proses tersebut karena daya tampung kami, anggaran bahan makan, dan perawatan narapidana serta hal-hal yang lain. Maka kami tentunya sangat mendukung pelaksanaan Restorative Justice ini,” tegas Kalapas.

Lebih lanjut, Kalapas juga menyatakan bahwa pelaksanaan Restorative Justice juga akan berdampak pada proses pembinaan di Lapas.

“Jika Restorative Justice berjalan baik, akan membantu kami dalam proses pembinaan di Lapas,” pungkasnya.

Kegiatan yang juga dihadiri Kepala Lapas Perempuan Yogyakarta, Kepala Rutan Yogyakarta, dan Struktural Lapas Narkotika Yogyakarta tersebut berjalan lancar. (Tim Humas Lapas Yogyakarta)

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.