Siap Terapkan SPPN, Wali Pemasyarakatan Antusias Mempelajari Aplikasi Assessment Center

 Siap Terapkan SPPN, Wali Pemasyarakatan Antusias Mempelajari Aplikasi Assessment Center

Bertempat di ruang Assessment Center, para wali pemasyarakatan mendapatkan tutorial penggunaan aplikasi baru.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Gebrakan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia mengeluarkan terbosan dalam optimalisasi penyelenggaraan pembinaan berupa Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) disambut antusias Wali Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Yogyakarta (Lapas Wirogunan).

Menjawab sistem penilaian tersebut, Lapas Wirogunan berinovasi  menciptakan Assessment Center yang didukung aplikasi berbasis web beralamatkan di https://sppn.kumhamjogja.id.

Kepala Lapas Wirogunan, Soleh Joko Sutopo, sekaligus pemrakarsa Assessment Center, dalam keterangannya mengatakan Assessment Center menjadi jawaban untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemberian remisi atau asimilasi warga binaan yang tengah menjalani hukuman.

“Kalau assessment center ini menjawab dari peraturan yang ada. Karena salah satu syarat pemberian integrasi dan remisi ini menggunakan SPPN atau Standar Perubahan Perilaku Narapidana,” terangnya.

Tangkapan layar tampilan Aplikasi berbasis web Assessment Center Lapas Kelas IIA Yogyakarta.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Minggu lalu, 2 Pranata Kompuer Kanwil Kemenkumham DIY, David Wahyudi dan Ahmad Ridlo Fadlli Robbi, memberikan bimbingan langsung kepada para Wali Pemasyarakatan Lapas Wirogunan dalam mengoperasikan aplikasi berlogo Assessment Center Lapas Kelas IIA Yogyakarta tersebut pada Rabu (9/3).

Bimbingan dalam bentuk learning by doing tersebut merupakan pertemuan kedua Pranata Komputer dengan para Wali Pemasyarakatan. Pertemuan pertama dilakukan pada bulan Februari 2022 berupa Sosialisasi tentang SPPN dan aplikasi yang akan digunakan dalam bekerja.

Beberapa Wali Pemasyarakatan sudah tidak muda dan mengaku gagap teknologi. Oleh sebab itu mereka meminta kepada Pranata Komputer untuk melatih dengan sabar.

Setahap demi setahap Ridlo menjelaskan bagaimana cara mengoperasikan aplikasi, sedangkan David mendampingi para Wali Pemasyarakatan dalam mengoperasikan komputer.

Didampingi Pranata Komputer dari Kantor Wilayah Kemenkumham DIY, para Wali Pemasyarakatan mulai paham langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengakses aplikasi SPPN pada Assessment Center.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

Beberapa kali keduanya mengulangi apa yang sudah diterangkan dan dipraktekan karena para Wali Pemasyarakatan mengalami kesulitan dalam berpraktik. Bahkan sering kali terdengar kebingungan dari para Wali Pemasyarakatan senior, yang selanjutnya diiringi tawa mereka.

Sebenarnya seluruh Wali Pemasyarakatan dalam bekerja selalu menggunakan komputer. Hanya saja mereka yang sudah berumur senja nampak gugup karena menghadapi aplikasi baru. Tetapi keraguan mereka tertepis, setelah mencoba beberapa kali para Wali Pemasyarakatan tampak mulai paham langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengakses aplikasi SPPN.

Bermodalkan semangat tinggi, keingintahuan besar, dan banyak bertanya serta mau mempraktikan arahan tentor, merupakan penyebab akhirnya para Wali Pemasyarakatan dapat mengoprasikan aplikasi baru tersebut. [AK]

Para Wali Pemasyarakatan antusias mempelajari aplikasi baru.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.