Siap Terapkan SPPN, Kepala Lapas Wirogunan Berikan Sosialisasi Kepada WBP

 Siap Terapkan SPPN, Kepala Lapas Wirogunan Berikan Sosialisasi Kepada WBP

Pengarahan Kalapas ke WBP terkait SPPN dan pengaplikasiannya pada Assessment Center Lapas Kelas IIA Yogyakarta.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo,  terus bergerak aktif dengan melibatkan berbagai komponen pada institusinya untuk menerapkan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).

Setelah membangun Assessment Center, Soleh berkolaborasi dengan pranata computer dari Kanwil Kemenkumham DIY menciptakan aplikasi penunjang Standar Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) beralamat di sppn.kumhamjogja.id.
Para Wali Pemasyarakatan juga telah dilatih menggunakan aplikasi berbasis web tersebut. Selanjutnya, seusai Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Kamis (17/3), para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memperoleh sosialisasi terkait SPPN. Di hadapan para WBP yang duduk di atas lapangan rumput, Kalapas mengajak untuk meningkatkan keaktifannya mengikuti pembinaan.

“Data pembinaan bagi WBP yang terdiri dari pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian pada saat ini harus diisi setiap hari oleh para Wali Pemasyarakatan dengan menggunakan SPPN. Wali Pemasyarakatan selain masih menggunakan buku pembinaan, juga memasukan data pembinaan WBP ke dalam aplikasi SPPN,” tuturnya.

Berlokasi di Lapangan Upacara, sembari berjemur, para WBP menerima arahan Kalapas.| Foto: Husni/Humas Lapas Yogyakarta

Lebih lanjut Soleh mengatakan bahwa skor atau nilai WBP yang tertuang pada aplikasi tersebut dapat menjadi salah satu penentu apakah WBP bisa mendapatkan remisi dan atau asimilasi maupun integrasi.

“Pada hakekatnya WBP sendiri yang menentukan nasibnya dengan aktif mengikuti pembinaan, karena aplikasi SPPN bersifat obyektif,” tegas Soleh.

Terkait teknis pengambilan data dalam Assessment Center, Soleh mengatakan bahwa setiap kegiatan pembinaan WBP terdapat mesin pemindai, sehingga posisi ada di mana dan sedang dalam pembinaan apa akan terpantau. Sehingga WBP berkewajiban memindai kartu pembinaan yang akan dibagikan, baik ketika memulai kegiatan maupun setelah melakukan kegiatan. Pemindaian tersebut akan langsung terkoneksi dengan aplikasi SPPN yang dapat menambah skor penilaian pembinaan WBP.

“Silakan mengikuti pembinaan sebaik-baiknya dan tidak melakukan pelanggaran tata tertib. Hanya WBP yang mendapatkan nilai baik atau baik sekali yang bisa diusulkan memperoleh remisi, asimilasi , dan integrasi,” tandasnya. [AK]

Para WBP menyimak pengarahan Kalapas.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.