Kamis, 1 Oktober 2020 - 01:13 WIB

Tarawih Berjamaah Hari ke-6 di Lapas Wirogunan; Ikhlas dan Sabar Menjalankan Puasa

Foto: Ambar Kusuma

Ustadz Antok menjelaskan mengenai keikhlasan dan kesabaran dalam menjalani puasa di Bulan Ramadhan kepada jamaah Masjid Al- Fajar Lapas kelas IIA Yogyakarta pada Rabu (2/7).  Foto: Ambar Kusuma

Hari keenam Sholat Tarawih berjamaah di Masjid Al-Fajar Lapas Wirogunan dipimpin oleh Ustadz Antok pada Rabu (2/7). Surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek dilafalkannya dengan tartil hingga selesai.

Situasi berbanding terbalik ketika Ustadz Antok memberikan ceramah. Membuka salam dengan suara berat dan bertekanan keras membuat para WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) menjawab dengan nada yang sama, sehingga suasana menjadi cair dengan tawa dan tepuk tangan WBP. Bahasa yang disampaikan lugas dan tidak jarang diselingi gurauan, sehingga beberapa kali ada saja WBP yang nyeletuk menanggapi ceramah Ustadz Antok.

“Orang yang senang dengan datangnya Ramadhan, diharamkan baginya api neraka”, kata Ustadz Antok mengawali ceramahnya. Lebih kurang selama 20 menit tema ‘Menjalankan puasa dengan iklas dan sabar’ dikupas olehnya.

Dijelaskan pula bahwa orang yang berpuasa di Bulan Ramadhan dengan ikhlas, maka diampuni dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Selain itu bila puasa juga dijalankan dengan sabar, maka itu lebih baik dari tiga isi dunia, yaitu harta, tahta, dan wanita.

Di barisan jamaah turut menyimak pula Zaenal Arifin, Kepala Lapas Yogyakarta dan beberapa petugas lapas dengan ta’zim. Diakhir ceramahnya Ustadz Antok menegaskan kepada para jamaah agar menjalankan puasa dengan penuh ikhlas dan sabar. (AK02072014)

Filed in: Kabar Penjara Juli 2014

No comments yet.

Leave a Reply