Rabu, 30 September 2020 - 03:28 WIB

Sholat Berjamaah akrabkan Petugas, WBP dan Peserta Latpim IV Kemenkeu

Siraman Rohani di Lapas 1

WBP menerima siraman rohani seusai sholat berjamaah bersama petugas dan peserta diklatpim IV Kemenkeu pada Selasa (3/2). [Foto: Ambar kusuma]

Seperti angkatan ke-184 beberapa waktu yang lalu, peserta Latpim angkatan 185 Kementerian Keuangan juga berkunjung ke Lapas Wirogunan pada selasa (03/02). Masih dengan tujuan yang sama, kunjungan ini juga bertujuan agar peserta Diklatpim IV dapat menyadari dan memahami akibat hukum dalam melaksanakan tugas bila melakukan kesalahan atau kelalaian.

Zaenal Arifin Kepala Lapas Yogyakarta memberikan sambutan selamat datang kepada para peserta dan memberikan penjelasan tentang Lapas Yogyakarta. Penjelasan tentang Lapas Yogyakarta dilanjutkan oleh Ambar Kusuma selaku petugas Informasi dan Dokumentasi Lapas Wirogunan.

Pada sesi tanya tawab peserta tidak menyiakan kesempatan tersebut.

“Buat WBP yang sudah dewasa bagaimana dengan kebutuhan biologisnya?, apakah disediakan sarana berupa bilik cinta?”, tanya seorang peserta dari Sumatera Barat.

Gamblang Kepala Lapas menjawab, bahwa Kebutuhan biologis pernah menjadi wacana, dan akan dicoba, tetapi hingga saat ini belum bisa dijalankan.

“Kemungkinan salah satu pertimbangannya adalah karena adat ketimuran di Indonesia. Hal yang paling pokok, adalah belum ada peraturan tentang pemenuhan kebutuhan biologis di Lapas atau Rutan dengan menyediakan bilik cinta.”terang Zaenal.

Sesi berikutnya, peserta selanjutnya didampingi menuju Blok Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dimana blok ini hanya berisi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan kasus korupsi. Sesi ini juga merupakan agenda inti peserta. Mereka berbincang-bincang secara menyebar dan santai, ada yang berdiri, duduk dibangku, bahkan duduk bersila di lantai dengan tetap dalam pengawasan petugas.

Perbincangan mereka selesai saat waktu Sholat Dhuhur tiba. Segera saja para peserta Latpim yang beragama Islam didampingi menuju masjid Masjid Al-Fajar yang berlokasi di dalam Lapas. Masjid beratapkan asbes tersebut sering juga disebut Masjid Mbah Wiro. Tanpa canggung para peserta Latpim berbaur dengan para WBP pada jajaran shaf. Mereka sholat Zuhur bersama, dan dilanjutkan mendengarkan siraman rohani. Mereka menyaksikan sendiri dan bahkan ikut melaksanakan salah satu bentuk pembinaan bagi WBP.

Hal lain yang membuka wawasan peserta, ternyata kesan di luar bahwa petugas lapas itu keras, bengis, semena-mena terhadap WBP itu tidak ada. Sebaliknya, mereka justru melihat keakraban petugas dengan WBP, dimana mereka saling bersalaman bila bertemu pertama kali, menyapa, dan bahkan bergurau termasuk saat usai sholat berjamaah siang itu. [Ambar Kusuma]

Berita sebelumnya: Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Kementerian Keuangan RI ke Lapas Wirogunan

Filed in: Kabar Penjara Februari 2015

No comments yet.

Leave a Reply