Rabu, 30 September 2020 - 02:34 WIB

Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia Pegawai Lapas Wirogunan Selenggarakan Lomba Permainan Tradisonal

DSCN8207

Beberapa hari menjelang peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia sudah semarak dengan atribut Merah Putih dan berbagai pertandingan baik itu olah raga, kesenian, maupun permainan tradisional. Begitu juga di Lapas Wirogunan, para pegawai dengan kaos seragam warna hijau sudah berhimpun di lapangan pada hari Jumat pagi (12/08/2016) untuk mengekuti serangkaian lomba permainan tradisional.

Simpai estafet adalah pertandingan pertama. Melesat dengan cepat tim dari Seksi Binapi, sedangkan tim TU sempat diliputi kepanikan karena Darya sulit memindahkan simpai ke teman sebelahnya, walau akhirnya tim TU dapat meraih juara III. Lain lagi dengan tim KPLP, karena sudah tertinggal jauh anggota timnya hanya tertawa tidak menyelesaikan pertandingan

Pada lomba menangkap bebek tampil lima peserta dengan mata ditutup. Ketika aba-aba mulai mereka langsung memperebutkan tiga ekor bebek yang berdiri stress dikejar-kejar peserta. Saling menabrak, meraba, tengok kiri kanan membuat penonton histeris kesenangan. Akhirnya Danang dari tim TU berhasil mengkap bebek yang pertama, diikuti tim Seksi Minkamtib, dan KPLP.

Dua lomba terakhir pada hari Jumat membuat para peserta menjadi basah. Peserta harus mengisi air ke dalam paralon yang banyak dilobangi. Lima peserta berusaha menutupi dengan jari meraka dan satu orang mengsi air hingga penuh dan dapat mengambil bola pingpong yang ada di dalam paralon. Seru bukan kepalang, karena banyak jari mereka tidak sanggup membendung air, dan pengisian air pun tidak sealu tepat. Karuan peserta yang dibawah terguyur air. Suasana menjadi lucu karena peserta menjadi basah. Menangkap air berisi air juga tidak kalah serunya. Permainan seperti mudah, tetapi ketika kantong berisi air tertangkap selalu sering kali pecah dan membasahi tubuh peserta.

Pertandingan hari pertama berjalan sukses, dan dilanjutkan pada hari Sabtu. Ada lomba terompah panjang, menggiring ban, memecahkan balon, serta membawa bola kasti dengan cara diapit dua kening peserta. Seperti pertandingan tahun-tahun lalu. Pertandingan terompah panjang termasuk yang paforit. Selalu saja ada tim terguling karena nafsu, gugup ataupun greget sehingga tidak dapat menjaga keseimbangan dan akhirnya terguling. Momen ini yang paling ditunggu. Penonton dan peserta malah tertawa terbahak-bahak.

Dua hari pertandingan permainan tradisional betul-betul menjadi rekriasiĀ  murah danĀ  menyenangkan bagi pegawai Lapas Wirogunan. Kemenangan bukan lagi menjadi tujuan pertama, tetapi menambah keakraban sesama pegawai itu lebih utama.

Ambar Kusuma

 

Filed in: Kabar Penjara Agustus 2016

No comments yet.

Leave a Reply