Sejarah Lapas Wirogunan Yogyakarta

Fasad Lapas Kelas IIA Yogyakarta, April 2022
Lapas Kelas IIA Yogyakarta tampak samping kiri, April 2022

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Yogyakarta  adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berlokasi di Jalan Tamansiswa Nomor 6 Yogyakarta (dulu Gevangenis Laan Wirogunan), dengan luas area lebih kurang 3,8 hektar. Sebelum direnovasi terdiri dari tiga bagian bangunan utama yaitu kantor petugas, enam blok sel untuk laki-laki dan satu blok sel untuk perempuan. Namun sejak dibentuk Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Yogyakarta pada tahun 2016 seluruh sel di Lapas Yogyakarta diperuntukkan untuk narapidana laki-laki.

Lapas Kelas II A Yogyakarta atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan Lapas Wirogunan, mempunyai kapasitas sebanyak 496 orang. Di dalam area lapas terdapat Klinik Pratama Lapas Yogyakarta yang telah memiliki terdiri dari 3 kamar. Ada pula fasilitas lain seperti dapur, gedung aula, gedung kesenian, masjid, gereja, dan gedung bimbingan kerja (bimker).

Bangunan Lapas Kelas II A Yogyakarta merupakan peninggalan pemerintah Kolonial Belanda. Didirikan sekira tahun 1917. Pada awal pendirian bernama Gevangenis En Huis Van Bewaring (Penjara dan Rumah Tahanan). Sejarah kepenjaraan pada masa kolonial dimulai sejak tahun 1872 dengan diberlakukannya Wetboek van Strafrecht voor de Inlanders in Nederlandsch Indie atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana untuk orang-orang pribumi di Hindia Belanda. ( sumber )

Hingga sekarang Lapas Kelas II A Yogyakarta telah mengalami enam kali perubahan nama, yaitu sebagai berikut :

1. Gevangenis En Huis Van Bewaring. (Zaman Kolonial Belanda)
2. Pendjara Djokjakarta
3. Kependjaraan Daerah Istimewa Djogjakarta
4. Kantor Direktorat Bina Tuna Warga
5. Lembaga Pemasyarakatan Klas I Yogyakarta
6. Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Yogyakarta