Kamis, 1 Oktober 2020 - 00:48 WIB

Pertunjukan Seni WBP Lapas Wirogunan Hibur Siswa SMA Kolase De Britto

testimoni-WBP-Lapas-Wirogunan-635x350

Mamad (bukan nama sebenarnya) saat menyampaikan testimoni kasus yang menimpanya, yakni membunuh pesaingnya dalam judi balapan motor. Testimoni disampaikan saat lapas dikunjungi siswa SMA Kolose De Britto Yogyakarta pada Selasa (15/12). [Foto: Istimewa]

Yogyakarta, INFO_PAS – Pertunjukan seni fashion show dan band yang ditampilkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan menghibur ratusan siswa SMA Kolose De Britto Yogyakarta yang bekunjung ke lapas tersebut, Selasa (15/12) lalu. Suasana menjadi lebih meriah karena para siswa juga larut bernyanyi bersama para WBP.

“Saya senang sekali siswa-siswa SMA Kolose De Britto Yogyakarta yang seluruhnya laki-laki beserta para guru pendamping dapat berkunjung kesini,” terang Zaenal Arifin selaku Kepala Lapas (Kalapas) Wirogunan.

Pada kesempatan itu, salah satu WBP, Mamad (bukan nama sebenarnya) menyampaikan testimoni kasus yang menimpanya, yakni membunuh pesaingnya dalam judi balapan motor. “Korban saya kalah balapan, tapi tidak mau bayar. Dia malah mencemooh. Saya marah dan tantang berkelahi. Korban akhirnya menerima tantangan dan ketika berhadapan langsung kutebas lehernya dengan pedang,” tuturnya dihadapan para siswa.

Ia pun  berpesan kepada para siswa agar jangan berjudi dan jangan mudah terpancing karena merasa ingin dianggap hebat. “Salah-salah malah seperti saya. Kalap dan langsung tebas terbawa emosi. Akibatnya 20 tahun saya dipenjara,” pesan Mamad.

WBP lainnya, Puput (bukan nama sebenarnya), salah satu pelaku kasus “Hello Kitty,” juga menceritakan kasus penganiayaan yang ia lakukan bersama teman-temannya. “Si korban menghina tato teman saya sehingga dia marah dan mengajak saya serta tujuh orang lainnya, satu diantaranya cowok, mengeroyok korban dengan memukul, menyundut rokok ke badannya, menggunduli, bahkan kemaluannya dimasukan botol,” ujar Puput.

Para siswa yang mendengar pengakuan Puput itu pun terkaget dan langsung mengernyitkan dahi. “Saya menyesal dan mengajak teman-teman untuk pandai memilih teman agar kita selamat. Saya ingin memperbaiki diri dan di lapas ini saya melanjutkan sekolah lewat program kejar paket,” ucapnya.

Masih banyak lagi WBP yang hari itu memberikan testimoni kepada siswa SMA Kolose De Britto. Mereka juga membaur dalam kelompok-kelompok agar obrolan menjadi lebih menarik dan betul-betul menjadi pelajaran hukum yang nyata adanya.

Agus Yuniarto, guru pendamping dari SMA Kolose De Britto Yogyakarta menjelaskan tujuan pihaknya membawa para siswa untuk belajar di luar sekolah adalah sebagai penambah pelajaran dari pengetahuan yang sudah dipelajari di kelas, terutama yang terkait hukum.

Sharing siswa dengan narapidana menjadi pelajaran penting untuk mengasah hati sebagai perjalanan dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itu kunjungan ini diberi tema “Menggugah Kesadaran Hukum di Kalangan Remaja,” terang Agus.

Selain mendengarkan testimoni WBP, para siswa juga diajak melihat aktivitas WBP di bengkel kerja Lapas Wirogunan.

Sumber : www.pemasyarakatan.com
Kontributor : Lapas Wirogunan

Filed in: Kabar Penjara Desember 2015

No comments yet.

Leave a Reply