Persiapan Pensiun, Sejumlah Pegawai Lapas Wirogunan Mendapat Pembekalan Wirausaha

 Persiapan Pensiun, Sejumlah Pegawai Lapas Wirogunan Mendapat Pembekalan Wirausaha

Para pegawai peserta pembekalan pensiun tengah memperhatikan proses penanaman tanaman sistem hidroponik sebagai referensi bekal menjelang pensiun. | Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Diperkirakan hingga 3 tahun mendatang sebanyak 22 pegawai Lapas Kelas IIA Yogyakarta (Lapas Wirogunan) memasuki masa pensiun. Sebagai persiapan dalam menghadapi purna tugas tersebut pada Rabu (02/03) di Aula Gevangenis Van Wirogunan mereka mendapat pembekalan wirausaha dari PT Taspen dan Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap).

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Wirogunan, Soleh Joko Sutopo, berpesan agar para pegawai yang mengikuti acara bertajuk ‘Sosialisasi Program Ketaspenan dan Pelatihan Kewirausahaan Bersama Bank Mandiri Taspen’ itu, dapat mengikuti dengan baik dan dapat mengambil manfaatnya, sehingga dapat mempersiapkan diri menjelang masa purna tugas.

“Mendekati pensiun saya berharap  para pegawai telah mempunyai pandangan baru, dan rencana baru, serta bisa memanage karena pendapatan berkurang,” pesannya.

Kepala Lapas Wirogunan Yogyakarta tengah menyampaikan sambutannya. | Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Selanjutnya perwakilan dari PT Taspen Cabang Yogyakarta, Khoirul, menjelaskan bahwa saat ini ada empat produk yang dimiliki Taspen yaitu berupa perlindungan keuangan pegawai negeri sipil, jaminan kecelakaan kerja, tabungan hari tua, dan program pensiun. Semua produk tersebut dijelaskan secara detail sehingga mengundang pertanyaan para pegawai agar lebih paham.

Tidak kalah seru, Bussiness Institusional Manager, Fachrin Jaya, menjelaskan tentang Bank Mantap, baik kisah berdirinya hingga ke produk-produk Bank Mantap dengan segala keunggulannya.

Informasi yang diberikan Fachrin sangat lugas dengan bahasa yang sederhana dan kadang dibumbui candaan yang menyegarkan, sehingga para pegawai menjadi tertarik.

Suasana menjadi lebih segar, karena setiap pegawai yang bertanya atau menjawab pertanyaan mendapatkan souvenir dari Bank Mantap.

Sebanyak 22 pegawai Lapas Wirogunan menjadi peserta pembekalan di Aula Gevangenis van Wirogunan.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Bank yang sehat, gratis biaya administrasi, bebas setoran awal, bunga kredit yang kecil, dan pendampingan dalam usaha adalah contoh-contoh keunggulan Bank Mantap yang tidak saja menarik bagi pegawai yang akan pensiun sehingga banyak yang  langsung membuka rekening, tetapi juga membuat tertarik pegawai Lapas Wirogunan yang masih lama aktif.

Memasuki sesi pembekalan, wirausaha berupa hidroponik diperkenalkan. Hal ini merupakan contoh kegiatan yang diperkenalkan Bank Mantap kepada para pegawai Lapas Wirogunan bila pensiun kelak. Perwakilan dari Griya Hidroponik Jogjakarta dengan membawa peraga menjelaskan bahwa bertani dengan pola hidroponik memiliki kegunaan sayuran dijamin sehat, menghemat belanja, menjadi sarana refresing, mempercantik rumah, mengisi waktu luang, menjadi edukasi masyarakat, dan dapat menambah penghasilan.

Materi berakhir, para pegawai langsung menyerbu  tanaman sawi dan mint yang dijadikan peraga. Pesan dari Bank Mantap ‘Tiada kata pensiun untuk berkarya’ pun menjadi jargon yang akan segera dibuktikan. [AK]

Antusias, seorang pegawai tengah mengajukan pertanyaan. | Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.