Peroleh Pembinaan Terbaik, WBP Lapas Yogyakarta Siap Cetak Buku Ketiga!

 Peroleh Pembinaan Terbaik, WBP Lapas Yogyakarta Siap Cetak Buku Ketiga!

A.A. Kunto A. menyampaikan materi kepenulisan dengan gaya santai, penuh keakraban dan sesekali dibumbui candaan.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Lions Club Yogyakarta (LCY) Tugu Mataram, sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, berkunjung ke Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada Rabu (20/4). Bukan tanpa alasan, kedatangan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) naungan Kanwil Kemenkumham DIY itu untuk menggelar ‘Kelas Menulis Berbuat Baik’ bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Presiden LCY Tugu Mataram, Fransisca Diwati, di hadapan para WBP dan Petugas Lapas Kelas IIA Yogyakarta menjelaskan keberadaan  LCY yang melakukan banyak kegiatan, seperti membantu di bidang pendidikan, kesehatan, santunan kepada keluarga tidak mampu, maupun memberi bantuan kepada korban bencana alam, termasuk kunjungan ke Lapas yang dipimpin oleh Soleh Joko Sutopo ini.

“Saya berharap kalian semua yang mengikuti workshop dapat menyelesaikan sebuah cerpen, dan Lions Club akan membukukan hasil karya kalian,” ujar Sisca.

Sementara itu, Kepala Subsi Bimker dan Pengelolaan Hasil Kerja, Jati Suryono, menyambut baik hal itu. Ia berpesan kepada WBP untuk tidak membuang kesempatan dalam berkarya walau ada di dalam tembok Lapas.

“Warga binaan pada waktu-waktu sebelumnya telah membuat dua buku dalam bentuk kumpulan cerpen dan puisi. Kini giliran kalian yang menciptakan buku ketiga, dan saya yakin kalian bisa,” ujar Jati pejabat yang juga pandai  menulis dan semangat dalam membimbing WBP yang memiliki minat bidang literasi.

Memasuki acara inti, seorang Coach Writer, A.A.Kunto A., telah berdiri  di hadapan WBP, siap memberikan pelatihan. Bersikap santai, bicara pun penuh keakraban dengan kalimat-kalimat jelas yang sering kali dibumbui candaan.

“Mental!” itu kata pertama yang diucapkan Kunto kepada peserta kelas atau workshop menulis.

“Hal yang terpenting dalam menulis itu adalah mental, bukan teknis,”ucap Kunto mempertegas ucapan diawal untuk melanjutkan pelatihan bagaimana orang mulai menulis.

Sosok yang juga anggota aktif di LCY ini benar-benar memberikan pelatihan yang mengasikan. Semua peserta bisa diajak aktif berbicara atau berpendapat, bahkan juga tertawa serentak karena ucapan logika yang menggelitik darinya.

Para peserta diajak bicara untuk menyebutkan pengalaman mereka ‘berbuat baik’. Setiap ada ucapan terlontar contoh berbuat baik, maka digirngnya terus agar peserta mengeluarkan kata-kata selanjutnya yang sebetulnya menjadi kerangka karangan yang kelak dapat mereka jadikan tulisan.

Para WBP aktif berinteraksi.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Workshop menulis ini memang memberi manfaat bagi WBP. Tiga jam Kunto bertutur terlihat tidak ada peserta yang bosan atau pun mengantuk. Semua aktif berbicara, tersenyum, dan tertawa. Kunto dan LCY terpantau jitu dalam memberikan pelatihan sehingga para WBP tampak bergairah untuk segera menghasilkan karya mereka dalam menulis. Jika sesuai rencana, karya itu akan menjadi buku ketiga karya WBP Lapas Kelas IIA Yogyakarta. [AK]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.