Jumat, 27 November 2020 - 20:31 WIB

Perluas Kegiatan Produktif, Lapas Yogya Dirikan Bank Sampah

101_1412 +

Zaenal Arifin, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta menyampaikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Bank Sampah dan Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik pada Selasa (1/12) , dalam sambutannya ia menyatakan ketertarikannya tentang Bank Sampah baru dimulai setelah memperoleh informasi dan penjelasan. [Foto: Ambar Kusuma]

Bertempat di Aula Bimbingan Kerja Lapas Kelas IIA Yogyakarta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menerima pendampingan pengelolaan sampah non-organik dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kota Yogyakarta sekaligus menandai pembukaan unit kerja baru Bank Sampah pada Selasa (1/12).

Keberadaan Bank Sampah tidak dapat dilepaskan dari peran Emon Yudo Dwiwarso, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja yang menjadi penggagas program ini.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi dari melihat kenyataan di Lapas Yogyakarta banyak sampah yang sebenarnya dapat dikelola dan di daur ulang serta hasil diklat perkoperasian tentang Bank Sampah belum lama ini.’, kata Emon.

Gagasan tersebut diwujudkan dengan membentuk pengurus dan menggandeng Subdit Daur Ulang Sampah Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta sebagai institusi yang ditunjuk untuk memberikan pendampingan.

“Pada kesempatan ini ada 50 orang WBP yang dilatih mendaur ulang sampah, terdiri dari 15 WBP pria, dan 35 WBP wanita.”, imbuh Emon.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Daur Ulang Sampah Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Faizah antusias menyambut berdirinya Bank Sampah di Lapas Kelas IIA Yogyakarta.

“Mulai hari ini Lapas Yogyakarta juga mendukung program kota Yogyakarta dalam pengelolaan sampah dengan mendirikan Bank Sampah.”, kata Faizah.

Kedatangan Faizah ke Lapas Yogyakarta didampingi para relawan wanita dari organisasi Pengelolaan Sampah Mandiri Kota Yogyakarta.

Sebagai tambahan informasi Kota Yogyakarta telah didirikan sebanyak 473 Bank Sampah. Sehingga tahun ini Kota Yogyakarta mendapatkan penghargaan dari pemerintah yaitu Adipura Pengelolaan Terminal Sampah tahun 2015.

“Kota Yogyakarta setiap hari harus mengelola sampah sebanyak 240 ton. Manusia menghasilkan sampah, tetapi dengan pengelolaan yang baik, sampah tidak menjadi masalah. Salah satu upayanya adalah mendirikan bank sampah dan mendaur ulang sampah, dengan latar belakang pemikiran banyak sumber sampah, ada nilai positif dengan sampah, serta ada nilai ekonomi dari sampah.”, tambah Faizah

Dalam sambutannya pula Zaenal Arifin, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta dalam sambutannya menyatakan ketertarikannya tentang Bank Sampah baru dimulai setelah memperoleh informasi dan penjelasan.

“Awalnya saya tidak tertarik dengan kegiatan ‘Bank Sampah’ini, tidak terbayang oleh saya apa itu bank sampah. Tetapi setelah mendapat informasi dan penjelasan, saya baru tahu ternyata sampah dapat dikelola dan ada nilainya.”, ungkap Zaenal.

Zaenal juga mengungkapkan bahwa dalam program Bank Sampah ini setiap WBP dapat berpartisipasi aktif. Para WBP dapat mengumpulkan, memilih,  memilah sampah, lalu disetorkan ke pengelola, selanjutnya oleh sang pengelola akan dinilai harganya dan dapat dijadikan tabungan bagi WBP.

Diakhir acara para relawan Pengelolaan Sampah Mandiri Kota Yogyakarta langsung mengajarkan membuat kerajinan tangan dari sampah plastik kepada para WBP. Para WBP tampak antusias mendapat pelajaran keterampilan ini.

[AMBAR KUSUMA]

Filed in: Kabar Penjara Desember 2015

No comments yet.

Leave a Reply