Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Petugas Lapas Yogyakarta ikuti Webinar

 Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Petugas Lapas Yogyakarta ikuti Webinar

Salah seorang petugas tengah menyimak pembahasan pada webinar Hari Kesehatan Mental Sedunia. | Foto: Dok. Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Setiap tanggal 10 Oktober, kita memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day. Pada peringatan tahun ini, kepedulian Petugas Lapas Kelas IIA Yogyakarta diwujudkan dengan mengikuti kegiatan web seminar (webinar) pada Rabu (13/10).

Tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat tema “Mental health care for all: let’s make it a reality” atau “Perawatan kesehatan mental untuk semua: mari kita wujudkan.”

Hal ini selaras dengan kegiatan Webinar Hari Kesehatan Mental Dunia dengan tema “Kesehatan Jiwa Menyapa Petugas Pemasyarakatan” yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan .

Pada webinar ini, dr. Wahidah Jalil, Sp.K.J. sebagai narasumber membahas gejala depresi yang mungkin terjadi pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Perlu diwaspadai jika ditemukan keluhan utama seperti sedih dan murung, kehilangan minat untuk beraktifitas, tidak bertenaga ditambah dengan keluhan tambahan seperti gangguan pola makan dan tidur, rasa tidak berguna, perbuatan membahayakan seperti bunuh diri. Ini dapat dilihat kira kira minimal 2 minggu, maka harus dilakukan tindakan agar tidak semakin parah,” jelasnya

Tangkapan layar Webinar Hari Kesehatan Mental Dunia ‘Kesehatan Jiwa Menyapa Petugas Pemasyarakatan’. | Foto: Tika/ Humas Lapas Yogyakarta

Pada kegiatan ini juga disampaikan pentingnya kesehatan jiwa di lingkungan Pemasyarakatan disampaikan oleh dr. Mirza Hapsari, Sp.K.J. yang juga menjadi narasumber pada webinar ini.

“Para WBP risikonya, diluar sudah memiliki gangguan jiwa. Setalah masuk di Lapas/Rutan bertambah berat. Atau jika diluar tidak ada masalah dan setelah masuk di Lapas/Rutan timbul gangguan psikologis. Oleh karena itu, perlu adanya skrinning psikologis yang nantinya membantu membina Warga Binaan dan mencegah timbulnya masalah,” Jelas dr. Mirza Hapsari.

Sementara itu, petugas yang mengikuti kegiatan tersebut, Tika Pratiwi menyampaikan tujuan keikut sertaan para petugas dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian akan kesehatan mental.

“Untuk memperkaya referensi keilmuan terkait kesehatan mental dan mencegah gangguan kesehatan mental bagi petugas dan warga binaan,” terangnya. [TPH, HT]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.