Penuhi Hak Warga Binaan, Lapas Yogyakarta Fasilitasi WNA Rayakan Natal

 Penuhi Hak Warga Binaan, Lapas Yogyakarta Fasilitasi WNA Rayakan Natal

Seorang WBP berkebangsaan Ukraina tengah menyimak khotbah Pdt. Rosemond dalam Perayaan Natal secara daring. | Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta memfasilitasi satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berkebangsaan Ukraina merayakan Natal bersama pada Sabtu (31/12). Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ini, dikhususkan bagi WBP Kristiani Warga Negara Asing (WNA) dan diikuti oleh 16 Kantor Wilayah dan 52 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia, termasuk Lapas Yogyakarta.

Acara yang dilaksanakan secara virtual tersebut, diawali dengan sambutan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) yang pada kesempatan ini diwakili oleh Plt. Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi (Binapilatkerpro), Abdul Aris.

Selanjutnya, Perayaan Natal ini dilayani oleh Pdt.Rosemond Uwusu dari Yayasan Pelayanan Kasih Bethesda. Dalam khotbahnya, pendeta berkebangsaan Amerika Serikat ini mengajak WBP untuk lebih mendekatkan diri ke Tuhan.

“Semiga Tuhan memberkati saudara sekalian yang ada di Indonesia, Kanada, Toronto dan belahan dunia lainnya. Mari berharap pengampunannya menjelang akhir tahun ini,” ajaknya.

Lebih lanjut Ia juga mengajak WBP untuk lebih optimis dalam menjalani kehidupannya.

“Kedepan, semoga Tuhan memberikan sesuatu yang lebih baik lagi kepada kita, mari benar-benar memohon kepada-Nya. Meskipun orang-orang menolakmu, Tuhan menerimamu apapun keadaanmu,” tutur Pdt. Rosemond.

Kepala Lapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, pada kesempatan terpisah menyampaikan bahwa perayaan Natal ini adalah wujud pemenuhan hak kepada seluruh WBP.

“Isi kegiatan ini sejalan dengan tema Natal tahun 2022 yaitu ‘Pulanglah Mereka ke Negerinya melalui Jalan Lain’, dikutip dari ayat Alkitab Matius 2:12. Tema Natal tahun ini bukan tanpa makna, jalan lain dalam kalimat tersebut memiliki makna mendalam. Jalan lain dapat dimaknai sebagai jalan baru yang perlu ditempuh umat manusia. Meskipun jalan baru belum tentu lebih mudah dan justru sering kali penuh hambatan, tapi jalan tersebut adalah petunjuk Tuhan,” tandas Kalapas. [HT]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to content