Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, WBP Lapas Yogyakarta Siap Amalkan Nilai Pancasila

 Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, WBP Lapas Yogyakarta Siap Amalkan Nilai Pancasila

Pasiter Dim 0734/Kota Yka, Mayor Inf Dhedy Hartono, tengah menyampaikan Penyuluhan Kebangsaan.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Di hadapan puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Perwira Seksi Teritorial Kodim 0734 Yogyakarta, Mayor Infantri Dhedy Hartono, memberikan penyuluhan terkait dengan wawasan kebangsaan di Aula Gevangenis Van Wirogunan Lapas Yogyakarta, Selasa (19/4).

Penyuluhan bertajuk ‘Wawasan Kebangsaan sebagai Semangat untuk Mencintai Pancasila dengan Menjunjung tinggi nilai-nilainya’ itu dilaksanakan langsung seusai pencanangan Wisma Pancasila. Pecanangan itu sendiri digagas oleh Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo.

Inovasi dalam bidang pembinaan kepribadian tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY, Gusti Ayu Putu Suwardani.

Dalam sambutannya Gusti Ayu membacakan sambutan tertulis dari Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Imam Jauhari.

“Pencanangan Wisma Pancasila di Lapas Yogyakarta sangatlah tepat, dengan berbagai ragam adat budaya suku agama yang berbeda-beda. Tentunya dengan kemajemukan yang ada di Lapas Yogyakarta, saya berharap nilai-nilai yang nilai-nilai yang terkandung dalam butir – butir Pancasila dapat diterapkan dengan baik dan benar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Wisma Pancasila merupakan ide kreatif Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta dengan mengadopsi ‘Kampung Pancasila’ yang terdapat di beberapa kelurahan di Yogyakarta. Dalam kesempatan itu pula, Gusti Ayu meminta kepada pihak TNI untuk menyusun semacam kurikulum tentang Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, dan Nilai-Nilai Pancasila, agar dapat diterapkan pada Lapas dan Rutan seluruh DIY.

Perwakilan WBP dan seluruh tamu yang hadir berfoto bersama usai pencanangan Wisma Pancasila.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Selanjutnya, dalam penyuluhannya, Mayor Inf Dhedy mengulas bahwa setiap warga negara termasuk WBP harus memiliki wawasan kebangsaan dan siap melaksanakan bela negara, serta pentingnya menghayati, menanamkan dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Ditegaskannya pula bahwa bela negara itu untuk kepentingan dalam berbangsa dan bernegara.

“Sayangnya masih banyak anak muda bersikap dan bertingkah laku yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga bersinggungan dengan nilai sosial, nilai agama, serta pelanggaran hukum,” paparnya.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan bahwa gaya hidup materialisme dan hedonisme merupakan salah satu fenomena yang dapat menimbulkan masalah, ditambah lagi tidak mampunya masyarakat terutama anak muda dalam beradaptasi dengan peluang yang semakin terbuka di era birokrasi dan globalisasi, serta tidak mampu menghadapi  rintangan ekonomi. Akibatnya banyak persoalan yang harus dihadapi masyarakat, dari dekadensi moral hingga perbuatan kriminal.

Pada kesempatan itu, tak lupa Mayor Inf Dhedy menyemangati para WBP yang terlihat antusias mengikuti penyuluhan.

“Jangan larut dalam kesalahan, lakukan perbaikan. Sebaik-baiknya manusia bila melakukan kesalahan bisa merubah kearah yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan menguraikan kesimpulan kepada WBP bahwa semua masyarakat mempunyai peranan penting dalam bela negara, selain itu perlunya sinergi antara semua komponen serta tindakan nyata dalam wawasan kebangsaan dan bela negara sesuai profesi. [AK]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.