Pengajian Akbar, Bentuk Mental Spiritual WBP dan Petugas Lapas Yogyakarta

 Pengajian Akbar, Bentuk Mental Spiritual WBP dan Petugas Lapas Yogyakarta

Warga Binaan Pemasyarakatan dan Petugas Pemasyarakatan Lapas Yogyakarta tampak antusias mengikuti Pengajian Akbar di Masjid Al-Fajar.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta menggelar Pengajian Akbar pada Sabtu (27/8). Kegiatan bertema ‘Dengan Tahun Baru Islam, Kokohkan Hati dengan Iman, Taklukan Dunia dengan Alquran’ itu dihelat di Masjid Al-Fajar Lapas Yogyakarta.

Membuka acara tersebut, Kepala Lapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, menyampaikan bahwa pengajian ini menjadi mementum pengingat bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pegawai.

“Yaitu pengingat tentang arah tujuan, bahwa kita nanti akan kembali kepada Allah SWT, sudahkah kita mempersiapkan bekal amal sebanyak-banyaknya, sebaik-baiknya?,” tutur Kalapas.

Selanjutnya, Kalapas juga mengingatkan bahwa kegiatan semacam ini turut serta menjadi instrumen pemberian hak-hak WBP.

“Bagi WBP kegiatan ini juga menjadi salah satu unsur penilaian bagi saudara sekalian, dalam pemberian hak-hak. Adanya UU No.22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, perubahan perilaku dan keaktifan saudara dalam mengikuti program-program pembinaan, menjadi penentu pemberian hak-hak saudara baik itu remisi, asimilasi, maupun integrasi. Alat yang ada disana (menunjuk mesin elektronik presensi Assessment Center) bukan hanya pajangan, tapi alat pendukung pengukur penilaian keaktifan saudara mengikuti pembinaan,” jelasnya.

Senada, pada sesi tausiah, Ustaz Abi Suyanto atau yang akrab dikenal Ustaz Kirun, dari Ponpes Al-Madania Yogyakarta mengingatkan para jamaah bahwa semua yang ada di dunia ini hanya sementara.

“Nyawa Mung Gadhuhan, Bandha Mung Titipan, Pangkat Mung Sampiran,” ustaz Kirun.

Dalam terjemahan bebas dapat diartikan hendaknya kita selalu ingat, bahwasanya harta hanya titipan, nyawa hanya pemberian, dan pangkat hanyalah titipan.

“Dengan hadir disini, mau nggak mau, terpakasa atau tidak, saat ini kita sedang menitih jalan ilahi. Kita manfaatkan kesempatan bagus seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimaswat), Arvian Dwi Nogroho menerangkan bahwa kegiatan ini akan mulai dirutinkan kembali.

“Setelah terhenti karena pandemi, akan kembali digiatkan setiap selapan atau 35 hari sekali,” terangnya. [HT]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to content