Minggu, 29 November 2020 - 03:09 WIB

Kerohanian Islam

Kerohanian Islam di Lapas Kelas IIA Yogyakarta memiliki konsep baru, yaitu berupa Madrasah Al Qur’an “Al Fajar”.  Ini merupakan konsep pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan dan mental-spiritual di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Secara struktural, kegiatan madrasah menjadi bagian dari layanan pendidikan di bawah kewenangan Seksi Pembinaan Narapidana (Binapi). Kegiatan pembelajaran Madrasah Al Qur’an dimulai
pada tanggal 21 Maret 2018. Sedangkan peresmian pendiriannya, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Satriyo Waluyo, Bc.Ip, SH, M.Si dengan disaksikan oleh Kepala Kementerian Agama Kota Yogyakarta dan Ketua Baznas DIY pada hari Jumát,12 Mei 2018.

Layanan pendidikan melalui pendekatan keagamaan dan mental spiritual bagi WBP, sebelum Madrasah Al
Qurán “Al Fajar” berdiri, dilaksanakan melalui beberapa bentuk kegiatan yang bersifat reguler
(rutin) dan insidental. Kegiatan yang regular dilaksakakan antara lain; Sholat fardhu (dhuhur
dan ‘Áshar) berjamaah (setiap hari) dan ceramah keagamaan setelah sholat dhuhur (selain hari libur) serta sholat Jumát. Kemudian kegiatan tahunan yang rutin
dilaksanakan adalah shalat tarawih dan ceramah keagamaan setiap bulan Ramadhan. Semua ini dilaksanakan di masjid Al Fajar. Sedangkan kegiatan yang bersifat insidental antara lain; peringatan hari besar keagamaan, seperti maulid Nabi Muhammad Shallallaahu álaihi wasallam, Isra’ mi’raj dan
sebagainya. Secara teknis, semua kegiatan keagamaan baik yang reguler maupun insidental ditangani oleh takmir masjid
Al Fajar di bawah koordinasi Kasi Binapi.

Berikut adalah alur pembinaan kepribadian Agama Islam yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Yogyakarta yang telah menggunakan teknologi Informasi sebagai sarana pemantauan;

 

Lebih lengkap silakan Profil Lengkap Madrasah Al-Fajar