Peluang Bisnis Kuliner Terbuka, WBP Lapas Yogyakarta Kantongi Sertifikat Keterampilan

 Peluang Bisnis Kuliner Terbuka, WBP Lapas Yogyakarta Kantongi Sertifikat Keterampilan

WBP menyimak materi patihan kuliner di Bengkel Kerja Lapas Yogyakarta.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Menyemarakkan agenda ‘One Day, One Prison Product‘ dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58 tahun 2022, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta telah siap memproduksi karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Produk unggulan diantaranya Bakpia ‘Mbah Wiro 378’ dan Tas kado (Box Create) siap dipasarkan.

Produksi Bakpia Lapas Kelas IIA Yogyakarta telah dirintis sejak 2021, sedangkan tas kado yang merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kelas IIA Yogyakarta dengan Margaria Group sudah berproduksi lebih dari lima tahun.

Selain beberapa produk di atas, Lapas Kelas IIA Yogyakarta bekerja sama dengan Rumah BUMN (RB) Yogyakarta, menggelar pelatihan kuliner berupa bolen pisang keju dan pisang coklat pada Rabu (24/3).

Salah satu pemateri dari RB, Nungki, sebelum melatih mengatakan kepada WBP mengungkapkam bahwa nantinya setelah selesai pelatihan akan mendapat sertifikat yang bermanfaat kelak setelah bebas.

“Teman-teman adalah orang yang berbahagia karena dapat mengikuti pelatihan ini. RB Yogya sudah  berkali-kali memberikan pelatihan kuliner kepada WBP dengan harapan teman-teman dapat membuka usaha kuliner. Selain itu kalian yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat dari RB Yogya,” ungkapnya.

Tiga pilar utama Sistem Pemasyarakatan di Indonesia diantaranya; petugas pemasyarakatan, narapidana, dan masyarakat.| Foto: Reka/ Humas Lapas Yogyakarta

Sementara itu pemateri lainnya, Condro Rini, menambahkan bahwa WBP yang berniat melakukan usaha setelah bebas bisa datang ke RB Yogya untuk berkonsultasi dan mendapatkan bimbingan gratis.

“Saya berharap pelatihan-pelatihan yang diberikan RB Yogya kepada peserta dapat diterapkan setelah kembali berada di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Pelatihan membuat kudapan nampaknya merupakan salah satu kegiatan favorit WBP. Hal ini disebabkan selain dapat membuat masakan, mereka juga dapat menikmati hasil karya sendiri. Kenikmatan yang tampak sederhana tersebut terasa mewah buat WBP, lantaran selama dipidana di Lapas memang jarang didapatkan. Oleh sebab itu setiap ada pelatihan kuliner, banyak WBP berharap mereka ditunjuk untuk mengikuti.[AK]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.