Pelayanan Prima, Lapas Yogyakarta Akan Bangun Ruang Informasi Dekat Wisma Hunian

 Pelayanan Prima, Lapas Yogyakarta Akan Bangun Ruang Informasi Dekat Wisma Hunian

Pembangunan Ruang Layanan Informasi ditujukan agar WBP dapat segera mengetahui perkembangan proses asimilasi dan integrasi serta pelayanan lainnya.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA- Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, berencana membuat ruang informasi yang dekat dengan wisma hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan arahan kepada Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Kamis (20/01).

Hal ini ditujukan agar WBP dapat segera mengetahui perkembangan proses asimilasi dan integrasi serta pelayanan lainnya.

“Setiap hari di tempat informasi ada pegawai dari Subsi Bimkemaswat yang piket dengan tugas memberikan informasi sesuai aturan dan prosedur kepada WBP. Bangun kerja sama dengan WBP. Mereka yang berkelakuan baik, tidak melanggar aturan, syarat administrasi terpenuhi, regulasi berjalan baik, maka segera ditindaklanjuti pengusulan asimilasi maupun integrasinya,” arahannya.

Lebih lanjut Soleh menjelaskan bahwa di dalam memberikan pelayanan integrasi Lapas tidak berdiri sendiri atau membawa beban tanggung jawab sendiri. Ada beberapa instansi yang terlibat, seperti Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang bertugas membuat Penelitian Pemasyarakatan, Tempat asal WBP baik Rutan maupun Lapas lain, terkait kelengkapan administrasi maupun waktu pengiriman, juga Kanwil maupun Dirjen Pemasyarakatan, yang menindaklanjuti dan mengolah usulan integrasi. Instansi-Instansi tersebut memiliki peranannya masing-masing dalam proses pemberian hak kepada WBP.

Suasana Sidang TPP, bagi 16 orang WBP Lapas Yogyakarta. | Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

Pada kesempatan itu pula, di hadapan para WBP, Soleh juga berpesan bahwa mereka yang mengikuti sidang TPP saat ini, secara administrasi telah lulus, tetapi secara substantif para pejabat teknis itu lebih tahu dan berkewajiban menilai WBP.

“Kalian sudah diusulkan integrasi, atau bahkan SK integrasi sudah datang, tetapi jika melanggar tata tertib, maka kalian gagal mendapatkan hak kalian untuk sosialisasi atau integrasi,” jelasnya. [AK]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.