Selasa, 22 September 2020 - 17:14 WIB

Pelajar SMA Negeri 10 Yogyakarta Terima Pembinaan Kesadaran Hukum di Lapas Wirogunan Yogyakarta

 

Sekitar dua ratus pelajar kelas sepuluh dari SMA Negeri Sepuluh Yogyakarta pada hari Senin (27/01/2020) mendapatkan Pembinaan Kesadaran Hukum dan Pendidikan Anti Korupsi di Lapas Wirogunan Yogyakarta.

Sebelum mendapatkan materi para pelajar diberi kesempatan untuk melihat salah satu blok hunian, dan bengkel kerja tempat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menerima pembinaan kemandirian. Mereka banyak yang takjub, karena melihat area cukup luas untuk WBP melakukan kegiatan ketrampilan seperti membuat kerajinan kulit, membuat tas kado, menjahit, pangkas rambut, membuat roti dan susu kedelai, ketrampilan las, membuat karpet, pertukangan, kerajinan tangan juga pertanian.

Selanjutnya mereka dihimpun pada aula Lapas Wirogunan dengan duduk lesehan. Setelah mendapat sajian pertunjukan musik dari Wiro Band yang seluruh anggotanya para WBP, Heriyanto Kepala Seksi Binadik memberi penjelasan tentang gambaran Lapas secara umum seperti kapasitas Lapas, Layanan yang diberikan kepada WBP dan Jenis pembinaan bagi WBP.

Kunjungan para pelajar SMA Sepuluh Yogyakarta dimotori oleh Tri Ari Astuti, Windi, dan Rina dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DIY dengan jabatan sebagai Penyuluh Hukum. Di hadapan para pelajar Windi menjelaskan tentang tindak kejahatan korupsi dan nilai-nilai anti korupsi. Sedangkan Rina memberikan materi seputar kenakalan remaja, baik bentuk kenakalan remaja maupun penyebabnya.

Testimoni para WBP baik karena kasus karupsi maupun kasus pencurian dengan kekerasan merupakan acara yang menarik bagi WBP. Para WBP menjelaskan kisah mereka masing-masing hingga harus berhadapan dengan hukum. Seorang WBP menjelaskan bahwa dia tidak tahu  apa yang dilakukan adalah tindak pidana korupsi. Sorak meriah para pelajar begitu heboh ketika seorang WBP kasus pencurian membuka identitas bahwa dia juga seorang pekerja sex yang dibayar untuk memeras pelanggannya.

Dua orang pelajar menyatakan rasa senangnya bisa berkunjung di Lapas. Mereka tidak menyangka Lapas yang dalam bayangannya menyeramkan ternyata begitu rapi, tamannya tertata, dan para WBP juga asik diajak ngobrol.

Sebuah pengalaman berharga buat mereka. Jarak SMA Negeri 10 Yogyakarta dengan Lapas Wirogunan tidak terlalu jauh, tetapi baru kali ini mereka mendapat kesempatan masuk instansi pemerintah yang telah ada sejak jaman kolonial Belanda.

(AK 27012020)

 

Filed in: Kabar Penjara Januari 2020

No comments yet.

Leave a Reply