Pegawai Lapas Wirogunan Gelar Kegiatan Peduli dan Berbagi ke Dua Panti Asuhan

 Pegawai Lapas Wirogunan Gelar Kegiatan Peduli dan Berbagi ke Dua Panti Asuhan

Foto bersama adik-adik Panti Asuhan Muhammadiyah di Wates.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Bulan Kedua di tahun 2022 pegawai Lapas Kelas IIA Yogyakarta atau Lapas Wirogunan, kembali menyelenggarakan kegiatan ‘Peduli dan Berbagi’, dengan melakukan bakti sosial ke dua tempat sekaligus di Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (25/02). Dua tempat tersebut adalah Panti Asuhan Muhammadiyah di Wates dan Panti Asuhan Ash-Shiddiiqiyyah di Hargowilis (kawasan Waduk Sermo), Kokap, Kulon Progo, DIY.

Dalam kesempatan itu, Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan, Niken Puspita Sari, mewakili rombongan secara simbolis menyerahkan bantuan. Kedua panti asuhan, masing-masing mendapatkan bingkisan berupa telur sebanyak 15 kilogram, 100 kilogram beras , 3 kardus mi instan, 75 selimut, gula, teh, dan makanan ringan, serta uang sebesar satu juta tiga ratus ribu rupiah.

Kegiatan yang didukung penuh oleh Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta tersebut, diantara para penggeraknya adalah Sri Widayati dan Esti Yuni Sugiharti. Dua pegawai yang rutin menggalang dana dari para pegawai secara sukarela. Setelahnya, mereka secara musyawarah bersama pegawai lain menentukan panti asuhan atau yayasan sosial mana yang akan disantuni.

Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan, Niken Puspita Sari (Kanan), mewakili rombongan secara simbolis menyerahkan bantuan.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

Ada sebuah tekad dari para pegawai bahwa kegiatan charity ini dapat dilaksanakan minimal tiga bulan sekali.

“Agar sikap peduli dan berbagi bisa tertanam dan menjadi kebiasaan untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Sri.

Sementara itu, di Panti Asuhan Ash-Shiddiqiyyah, salah seorang pegawai yang ikut dalam rombongan, Ambar Kusuma, berkesempatan memberikan penjelasan kepada warga panti asuhan tentang Lapas dan fungsinya. Ia juga mengulas terkait anak yang berhadapan dengan hukum.

“Anak setelah usia 13 tahun bila melakukan pelanggaran hukum seperti mencuri, menganiaya, membunuh, menyalahgunakan narkoba dan sebagainya dapat dikenakan sanksi pidana, dan menjalankannya di Lapas khusus anak yang kini bernama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA),” jelasnya.

Lebih lanjut, Ambar juga mengajak warga panti agar terus belajar menuntut ilmu agar dapat meningkatkan kualitas, sehingga kelak selain menjadi pribadi yang berakhlak sesuai tuntunan agama, juga  dapat bekerja sesuai dengan ketrampilan dan keahlian yang dimilikinya.

Menanggapi hal itu, Kepala Panti Ash-Shiddiqiyyah, Tulus, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan dari para pegawai. Ia juga mengungkapkan baru kali ini, tamunya selain memberikan sumbangan juga memberikan informasi yang sangat berguna bagi anak-anak asuhnya.

“Kami merasa senang, terutama terkait informasi ‘anak berhadapan dengan hukum’,” ungkapnya.

Selesai berkegiatan, para Pegawai Lapas Wirogunan langsung kembali ke kantor, tentunya dengan membawa semangat ‘Akan melakukan kembali kegiatan Bakti Sosial di waktu mendatang’. [AK]

Kepala Panti Ash-Shiddiqiyyah, Tulus, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan dari para pegawai Lapas Yogyakarta.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.