Mengunjungi para Senior Purna Bakti, Petugas Lapas Yogyakarta Mendapat Wejangan Berharga

 Mengunjungi para Senior Purna Bakti, Petugas Lapas Yogyakarta Mendapat Wejangan Berharga

Kepala Lapas Yogyakarta, Arimin beserta rombongan saat beranjangsana di kediaman Pak Sur.| Foto: Ambar Kusuma/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Kunjungan silaturahmi atau anjangsana dilaksanakan petugas Lembaga Pemasyarakatn (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta kepada para senior yang sudah memasuki masa purna bakti di Yogyakarta pada Selasa (2/11). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Yogyakarta, Arimin diikuti tujuh perwakilan petugas Lapas.

Direncanakan rombongan akan mengunjungi dua senior yaitu rumah Suryatmaja atau dikenal Pak Sur dan Juminem biasa dipanggil Bu Jum. Dua orang tersebut adalah petugas Lapas Yogyakarta yang sudah purna tugas lebih sepuluh tahun lalu. Seperti reuni, turut menyertai rombongan yaitu Satiyah, Yati, dan Ningrum. Ketiganya juga pernah mengabdi di Lapas Yogyakarta dan juga telah purna tugas.

Pertemuan diiringi tangis haru Pak Sur karena dikunjungi para petugas dan rekan-rekannya yang juga telah purna tugas. Pada kesempatan itu, Arimin memperkenalkan diri sebagai Kepala Lapas saat ini dan merasa senang dapat berjumpa dengan orang yang pernah mengabdi di Lapas lebih dari tiga puluh tahun.

Tidak lama berselang, Pak Sur yang kini mengalami kelumpuhan pada sepasang kakinya tersebut bercerita suka duka saat bertugas. Kadang juga terdengar gelak tawa dari cerita lucu sosok-sosok yang telah masuk usia lansia.

Pak Sur ketika bertugas dikenal sebagai pegawai disiplin dan rapi dalam mengenakan seragam. Kepada para junior Ia selalu menegaskan bahwa seragam adalah identitas.

“Petugas bekerja itu mulai dari keluar rumah menuju tempat tugas, bukan hanya dimulai setelah di kantor. Maka kenakan seragam sebaik mungkin dari ketika kita berangkat kerja. Jangan  seragam telah rapi dikenakan tetapi masih bersandal menuju kantor. Itu akan menurunkan citra lembaga tempat kita bekerja,” ujarnya sambil mengenang masa itu.

Rombongan berfoto bersama saat berkunjung di rumah Bu Jum. | Foto: Ambar Kusuma/ Humas Lapas Yogyakarta

Setelah berpamitan, kunjungan pun dilanjutkan ke rumah senior kedua, yaitu Juminem atau Bu Jum. Perempuan yang dahulu dikenal sigap, tegas, dan disiplin ini terperanjat dikunjungi para juniornya.

Langkahnya perlahan dibantu tongkat. Stroke yang diderita menyebabkan tangan dan kakinya mengalami hambatan bergerak. Mata berbinar senyum mengembang menandakan rasa senang Bu Jum dikunjungi. Seperti Pak Sur cerita suka duka saat bertugas  pun dituturkan Juminem.

“Saya dulu sangat sering dan menjadi biasa bila tengah malam dipanggil untuk ke Lapas karena ada napi wanita yang sakit ataupun kesurupan. Itu bagian dari romantika dalam bertugas. Namanya juga kerja di Lapas. Jadi jangan mengeluh terhadap pekerjaan bila memang itu bagian dari tugas,” tutur Bu Jum yang pernah menjabat sebagai komandan.

“Jadi jangan mengeluh terhadap pekerjaan bila memang itu bagian dari tugas,” tutur Bu Jum. Penggalan pembicaraan pada kunjungan ke rumah senior Lapas Yogyakarta.| Foto: Ambar Kusuma/ Humas Lapas Yogyakarta

Menjelang siang, Kalapas dan rombongan berpamitan untuk kembali lagi ke tempat kerja. Kunjungan berakhir, rombongan pulang dengan membawa wejangan, bahwa para Purna Bakti Petugas Lapas ini bisa sukses dalam bekerja hingga akhir waktu karena disiplin, tegas, sigap, berdedikasi, dan menunjukan loyalitas. Serta tetap menjaga performa baik dan rapi, juga ikhlas mengabdi sebagai wujud dari ibadah. (AK)

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to content