Kamis, 24 September 2020 - 20:26 WIB

Mahasiswa IAIN Surakarta Studi Bimbingan dan Konseling ke Lapas Wirogunan Yogyakarta

 

Seratus dua puluh satu mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta jurusan Bimbingan dan Konseling Islam pada hari Selasa (10/03/2020) melakukan studi ke Lapas Wirogunan (Lapas Kelas IIA Yogyakarta). Wiyono, dosen IAIN Surakarta yang memimpin kunjungan mahasiswa ini menyatakan bahwa penyelenggaraan studi lapangan ke Lapas Wirogunan bertujuan agar para mahasiswa mengetahui kejiwaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terkait keagamaan.

Menjawab tujuan studi mahasiswa IAIN Surakarta, Angga yang menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Bimkemaswat menyatakan bahwa para WBP Lapas Wirogunan diberikan pembinaan kepribadian dan kemandirian. Pada pembinaan Kepribadian, pembinaan agama menjadi salah satu program utama di Lapas Wirogunan. Sehingga dalam penyelenggaraannya bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama DIY, Kemenag Kota Yogyakarta, Organisasi keagamaan dan sebagainya. Madrasah Qur’an “AL-Fajar” merupakan program unggulan Lapas Wirogunan yang membuka kelas Hafitz, Membaca Qur’an dan kelas Iqro. Setidaknya banyak warga binaan yang beragama Islam kini sudah bisa membaca Al’Quran. Bahkan meningkat menjadi penghapal Al’quran.

Sukamto, salah satu Wali Pemasyarakatan juga menjelaskan bawa Bimbingan dan Konseling yang sedang dipelajari para mahasiswa juga merupakan bagian penting di Lapas Wirogunan. Wali Pemasyarakatan mempunyai peranan  dalam memberikan konseling kepada WBP. Ditegaskan bahwa para mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Islam sangat terbuka untuk mengabdi di Lapas maupun Bapas.

Kunjungan mahasiswa IAIN menjadi kesempatan bagi tim kerja Pembangunan Zona Integritas Lapas Wirogunan. Ambar, Indras , dan Tika yang ketiganyanya menjadi bagian dari tim kerja melakukan sosialisasi bahwa Lapas Wirogunan sedang berproses melaksanakan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.

Mereka menegaskan bahwa Lapas Wirogunan memberikan banyak layanan, baik untuk WBP maupun masyarakat. Layanan kunjungan, layanan keamanan, layanan pembinaan, layanan kesehatan, layanan perawatan adalah contoh layanan yang ada di lapas Wirogunan. Seluruh layanan itu dilaksanakan dengan harga nol rupiah.

Tim Kerja mengajak para mahasiswa IAIN mendukung tekad Lapas Wirogunan menjadi kawasan WBK, dengan cara ikut mengontrol dan melaporkan bila ada oknum yang melakukan pungli ataupun korupsi.

Antusias para tim kerja mengatakan bahwa mahasiswa atau masyarakat dapat melaporkan lewat media yang telah disediakan Lapas Wirogunan berupa telepon, WA, email, website, twitter, dan instagram. Pengaduan langsung pun akan dilayani, juga pengaduan berbasis kertas dan pena.

“Lapas Wirogunan!”

“Pasti!” “Pasti!” “Pasti WBK!” Jawab Mahasiswa serentak.

(AK 10032020)

Filed in: Kabar Penjara Maret 2020

No comments yet.

Leave a Reply