Kamis, 29 Oktober 2020 - 03:00 WIB

Lima UPT Kota Yogyakarta Rangkul Media Masa Sukseskan Resolusi Pemasyarakatan dalam Bentuk “Media Gathering”

 

 

Mewujudkan Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020 sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan nomor PAS-03.PR.01.01 tahun 2020 lima unit pelaksana teknis terdiri dari Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Bapas Kelas I Yogyakarta, Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta, Rupbasan Kelas I Yogyakarta, dan Rutan Kelas IIA Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bersamadi Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada Kamis (27/02/2020) berupa “Media Gathering”. Sebuah kegiatan bersama di seluruh Indonesia dan terpusat di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Media Gathering yang bertemakan “Kolaborasi, Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020” tersebut merangkul media yang ada di kota Yogyakarta seperti TV RI Yogyakarta, RB TV, RRI Yogyakarta,  Tribun, Adi TV, Kedaulatan Rakyat, dan Jogjakarta News.

Satriyo Waluyo, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta dan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Media Gathering mengungkapkan bahwa diajaknya awak media dalam implementasi Resolusi Pemasyarakatan dimaksudkan untuk ikut menyukseskan dengan cara menginformasikan atau memberitakan kepada masyarakat tentang apa yang telah dikerjakan dalam poin-poin pada Resolusi Pemasyarakatan. Selain itu juga sebagai alat kontrol yang ikut mengkoreksi pelaksanaan Resolusi Pemasyarakatan.

Dihadapan para awak media, Satriyo Waluyo menjelaskan bahwa Lapas Wirogunan memiliki program unggulan berupa pendidikan madrasah Quran bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang bekerja sama dengan” Kemenag Kota Yogyakarta”  dan kegiatan kemandirian berupa pembuatan “Box Create” yang bekerja sama dengan ‘Margaria Group”. Dijelaskan pula bahwa Lapas Kelas IIA Yogyakarta ditetapkan menjadi Lapas Maksimum Security.

Menjawab status tersebut, LapasYogyakarta telah menyiapkan sarana berupa wisma bagi WBP dengan katagori maksimum security, dan telah menempatkan warga binaan pemasyarakatan di wisma tersebut.

Katagori WBP maksimum security sendiri merupakan hasil assessment yang dilakukan oleh para Pembimbing Pemasyarakatan dari Bapas Kelas I Yogyakarta.

“Pemberian Remisi, dan Pemberian Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, serta Cuti Bersyarat bagi WBP yang memenuhi syarat telah dilakukan secara online, dan prosesnya dapat diakses oleh WBP dan keluarga WBP,” Satriyo Waluyo menjelaskan apa yang ditanyakan awak media.

(AK 27/02/2020)

 

 

Filed in: Kabar Penjara Februari 2020

No comments yet.

Leave a Reply