Jumat, 27 November 2020 - 21:59 WIB

Lima Puluh Enam Pegawai Memperoleh Penghargaan SatyaLancana Karya Satya Pada Upacara Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 74 di Lapas Wirogunan

 

Empat unit pelaksana teknis (UPT) terdiri dari Lapas Wirogunan, LPP Yogyakarta, Rutan Yogyakarta, dan Rupbasan Yogyakarta pada hari Sabtu (17/08/2019) menyelenggarakan upacara bersama memperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Kerja sama terjalin baik, dengan petugas upacara diambil dari keempat UPT tersebut. Sedangkan Tedja Sukmana, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY menjadi Inspektur Upacara.

Pada upacara tersebut sebanyak lima puluh enam pegawai dari empat UPT menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia berupa Satyalancana Karya Satya, baik untuk pengabdian 30 tahun, 20 tahun, maupun 10 tahun. Satriyo Waluyu Kepala Lapas Wirogunan dan Yuningsih Kepala Lapas Perempuan Yogyakarta termasuk yang memperoleh penghargaan untuk katagori pengabdian 20 tahun. Berpakaian seragam PDU I, para penerima penghargaan tampak bangga ketika disematkan medali dan menerima piagam dari Kepala Divisi Pemasyarakatan.

Selain penghargaan, remisi umum tahun 2019 bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Wirogunan, LPP Yogyakarta, dan Rutan Yogyakarta juga diberikan. Ada 6 orang yang mewakili WBP untuk mendapatkan remisi yang langsung mendapatkan ucapan selamat dari Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Kepala UPT.

Walau memakan waktu agak lama karena harus memberikan penghargaan puluhan pegawai, upacara berjalan tertib dan lancar. Seragam yang dikenakan cukup beragam. Selain penerima penghargaan para petugas upacara mengenakan seragam PDU I. Sedangkan para peserta upacara, tim paduan suara, dan undangan mengenakan pakaian adat. Tedja Sukmana sendiri sebagai Inspektur Upacara mengenakan pakaian Madura.

Sebuah kejutan diberikan Lapas Wirogunan kepada pegawainya. Rismi yang mengenakan pakaian dari Bali mendapatkan predikat pakaian adat terunik. Dia satu-satunya pegawai wanita yang mengenakan pakaian adat yang berbeda atau tidak ada yang menyamainya.

(AK 18082019)

 

 

 

 

 

 

 

 

Filed in: Kabar Penjara Agustus 2019

No comments yet.

Leave a Reply