Lapas Yogyakarta Saksi 34 Napiter Lapas Narkotika Gunung Sindur Ikrar Setia NKRI

 Lapas Yogyakarta Saksi 34 Napiter Lapas Narkotika Gunung Sindur Ikrar Setia NKRI

Tangkapan layar, seorang napiter Lapas Gunung Sindur bersikap hormat terhadap Bendera Merah Putih. | Foto: Husni/Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Sejumlah Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta secara virtual menyaksikan 34 orang narapidana tindak pidana khusus terorisme (napiter) berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Selasa (9/11).

Disiarkan dari Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur melalui kanal PAS TV, ke-34 narapidana teroris berjanji setia berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945 serta turut serta melindungi segenap tanah air Indonesia dari segala tindakan aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Melansir dari rilis pers Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur, Damari, bahwa ikrar setia NKRI ini bertujuan sebagai bentuk implementasi hasil akhir program deradikalisasi yang diucapkan sebagai bentuk kesungguhan serta pengikat tekad dan semangat untuk menegaskan bersedia kembali membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

Adapun tahapan pelaksanaan ikrar NKRI di Lapas Narkotika Gunung Sindur telah dirumuskan sebagai suatu kegiatan utuh, intergratif, dan berkesinambungan serta bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Datasemen Khusus (Densus) 88, Badan Intelijen Negara (BIN), Komando Distrik Militer (Kodim), hingga Kementerian Sosial.

“Ikrar setia NKRI ini sebagai bentuk pembuktian pelaku individu dan kelompok untuk bersedia meninggalkan atau melepaskan diri mereka dari aksi dan kegiatan terorisme, sekaligus menjadi pencerah kepada orang-orang di sekitarnya dan membantu pemerintah dalam menghambat proses penyebaran radikalisme di masyarakat,” ungkap Damari.

Seorang pembaca ikrar disumpah di bawah Kitab Suci Alquran. | Sumber Foto: Humas Ditjenpas

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Sudjonggo, menerangkan dengan telah melaksanakan ikrar setia ini narapidana terorisme kembali kepada NKRI dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan meningkatkan kesadaran bela negara untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Lebih lanjut, Ia juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Lapas Narkotika Gunung Sindur dalam melaksanakan pembinaan kepada narapidana terorisme sehingga hari ini mampu kembali melaksanakan upacara ikrar setia NKRI kepada 34 narapidana terorisme.

“Semoga ke depannya Lapas Narkotika Gunung Sindur tetap menjaga sinergi dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum terkait, seperti dengan Kepolisian Resor, Densus, BNPT, BIN, Kodim, dan stakeholder lainnya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, terutama dalam membina narapidana terorisme,” pesan Sudjonggo.

Menanggapi hal tersebut Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Thurman Hutapea, mewakili Direktur Jenderal Pemasyarakatan menyatakan ini merupakan salah satu bentuk keberhasilan pembinaan kepada narapidana yang dilakukan oleh Lapas Narkotika Gunung Sindur.

Dengan pernyataan ikrar setia kepada NKRI ini berarti Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) telah siap untuk mencintai NKRI, bersama-sama menjaga Pancasila dengan menghargai perbedaan yang ada, dan memahami bahwa Pancasila bukan hanya berkedudukan sebagai dasar NKRI, tetapi juga sebagai ideologi nasional, pandangan hidup bangsa indonesia, dan pemersatu bangsa.

“Dengan dilaksanakannya pernyataan ikrar setia kepada NKRI ini, kami berharap hal ini mampu menjadi awal bagi saudara-saudara WBP untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban, baik sebagai individu, masyarakat, dan warga negara. Bersikap dan bertingkah laku sebagai insan hamba Tuhan yang mampu menggunakan cipta, rasa, dan karsa secara tepat sehingga dapat bersikap adil, beriman, dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,” pungkasnya.

Salah seorang narapidana terorisme yang berikrar setia kepada NKRI, Amad Fauzan, mengaku beruntung mendapat pembinaan deradikalisasi di dalam Lapas. Ia berterima kasih karena mendapat perlakuan yang baik dan tidak dikriminatif walau berstatus narapidana kategori extraordinary.

Penandatanganan berita acara. | Sumber Foto: Humas Ditjenpas

“Terima kasih kepada pihak Lapas yang telah sabar memberi pembinaan dengan sangat baik, humanis tanpa kekerasan, dan tidak diskriminatif.  Hal itu sangat menyentuh hati kami hingga proses deradikalisasi dapat diterima dengan baik,” tuturnya.

Ia berjanji akan setia dan patuh kepada NKRI serta ikut serta menjaga masyarakat bangsa dan negara dari segala aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. (Tim Humas Lapas Yogyakarta)

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.