Lapas Yogyakarta Ikuti Pelatihan Optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi WBP

 Lapas Yogyakarta Ikuti Pelatihan Optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi WBP

 

YOGYAKARTA – Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Arimin, Bc.I.P., Spd. menghadiri acara Peningkatan dan Pemanfaatan Lahan di Lapas dan Rutan yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Swen Inovasi Mandiri, Jumat (04/06)

Bertempat di Wisma Tamu Ndalem Pengayoman, Jln. Tamansiswa No.23 Yogyakarta, acara dibuka oleh Gusti Ayu Putu Suwardani selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham DIY.

Pelaksanaan Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) urgen untuk dilaksanakan | Foto: Reka Adhi/Humas Lapas Yogyakarta

Mengawali acara, Kadivpas menekankan urgensi pelaksanaan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai program yang harus dilaksanakan, karena merupakan salah satu bentuk pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Ini sebenarnya tuntutan, karena Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) ada di dalam Target Kinerja Pemasyarakatan, jadi kita wajib mewujudkannya, jangan hanya sekadarnya,” tegasnya

Pada kesempatan itu diingatkan kembali bahwa asimilasi merupakan salah satu bentuk proses pembinaan kepada WBP. Dimana WBP asimilasi dapat bekerja di luar lapas, dengan maksud membaurkan WBP dalam kehidupan masyarakat. Sehingga diharapkan dapat bersosialisasi dengan masyarakat luar guna mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dan keluarga.

Dalam program asimilasi tersebut, tentunya dengan pengawasan dan pengawalan oleh petugas.

Sementara itu, fokus dalam paparan materi adalah pertanian terpadu. Dalam kesempatan itu, Sri Wahyuni selaku Ketua P4S menjelaskan dan memperkenalkan hasil-hasil dari konsep pertanian terintegrasi yang sudah diterapkan di beberapa lapas di Indonesia. Adapun jenisnya antara lain pertanian sayuran dan buah organik, budidaya jamur tiram, pembesaran ikan lele, penggemukan sapi, ayam kampung, burung puyuh, penggemukan domba, instalasi biogas dan biourine.

Dalam hal ini, jumlah penghuni lapas dan rutan yang banyak dan adanya lahan di dalamnya, sangat dapat dimanfaatkan sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi. Hal ini dikarenakan konsep pertanian terpadu adalah pemanfaatan dan pengolahan lahan, apapun unit usahanya yang ada harus berkesinambungan.

“Hasil buangan dari satu unit usaha, dijadikan input bagi unit usaha yang lain, begitulah seterusnya, sehingga tidak ada sisa yang terbuang,” imbuhnya.

Menutup acara tersebut, Kadivpas berpesan bahwa kegiatan ini bisa menjadi gambaran dan inspirasi yang menjadi pendorong untuk mewujudkan Sarana Asimilasi dan Edukasi.

“Apa yang sudah didapatkan hari ini, mulai direncanakan lokasi dan progres seperti apa dimasing-masing UPT,”pesannya

Acara dihadiri oleh Kepala UPT Pemasyarakatan se-DIY atau yang mewakili. [ RAP, -HT]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.