Kamis, 1 Oktober 2020 - 01:18 WIB

Lapas Wirogunan Sosialisasikan WBK dengan “Mancing Mania” di Tengah Desa

 

 

Semangat untuk menginformasikan Lapas Wirogunan Bebas dari Korupsi kepada masyarakat terus dikumandangkan oleh seluruh pegawai di unit pelaksana teknis ini. Sebuah acara kembali digelar, dan kali ini berupa “Mancing Mania” yang dilaksanakan di dusun Japanan Kelurahan Margodadi Kecamatan Sayegan  Kabupaten Sleman pada  hari Jumat (09/08/2019)

Krismono, Kepala Kanwil Kemenkumham DIY  hadir pada acara “Mancing Mania” didampingi Tedja Sukmana, Kepala Divisi Pemasyarakatan. Selain itu beberapa Kepala UPT Divisi Pemasyarakatan se Kemenkumham DIY juga hadir memeriahkan acara.

Pada sambutannya, Satriyo Waluyo Kepala Lapas Wirogunan menyampaikan bahwa kegiatan “Mancing Mania” merupakan salah satu strategi Lapas Wirogunan untuk menginformasikan kepada masyarakat, bahwa seluruh pelayanan di Lapas Wirogunan dikenakan biaya nol rupiah alias gratis. Dikuatkannya juga bahwa Lapas Wirogunan sudah bertekad untuk menolak Korupsi dan anti gratifikasi.

Kepala Kanwil Kemenkumham sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Lapas Wirogunan dengan menyatakan, “Lapas Wirogunan  beberapa kali menjadi penggagas acara yang lalu diikuti oleh UPT lain. Saya sendiri merasa tertinggal satu langkah dalam mencetuskan ide. Tempo hari Lapas Wirogunan melakukan sosialisasi WBK dengan “Sepeda Santai”, itu membuat saya melanjutkan ide untuk bersosialisasi dengan menggunakan motor berupa “Touring”.”

“Hari ini Lapas Wirogunan kembali menjadi penggagas untuk melakukan sosialisasi WBK dengan tema “Mancing Mania”. Saya bangga dengan semangat Saudara-Saudara, semoga ini terus bertahan dan dapat dicontoh kembali oleh UPT lain.”

“Mancing Maniak” dimulai dengan diturunkannya seekor ikan Nila yang cukup besar ke dalam kolam oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan. Puluhan pemancing pun segera melemparkan kail ke dalam kolam pada waktu yang hamper bersamaan.

Suasana jauh dari tenang, bahkan menjadi hiruk pikuk, terutama bila ada pemancing yang memperoleh ikan. Ntah keberuntungan atau memang trampil dalam memancing, Iwang Handoko seakan tidak henti-hentinya memperoleh ikan.  Acaranya memang sangat menyenangkan, karena ada saja pemancing yang dapat. Maryani hingga beberapa kali teriak kegirangan, karena kail pancingnya dapat menggaet ikan.

Sementara para pemancing asik dengan kegiatannya, duta pelayanan Lapas Wirogunan melakukan aksi lain di area dekat pemancingan. Mereka mendatangi rumah penduduk untuk memberi penjelasan beberapa layanan yang ada di Lapas Wirogunan dan semuanya gratis alias biaya nol rupiah. Sang Duta juga meminta kepada penduduk, bila ada oknum atau orang yang tidak bertanggung jawab meminta biaya terhadap pelayanan di Lapas Wirogunan itu dilaporkan secara langsung atau lewat beberapa media.

“Mancing Mania diakhiri dengan menguras air kolam, dan para peserta berlomba menangkap ikan untuk memperoleh hadiah dengan katagori tercepat, terbesar, dan terberat. Suasana semakin semarak. Mereka yang menceburkan diri dengan rela hati berlumpur dan  berbasah-basahan.

(AK 09082019)

 

 

 

Filed in: Kabar Penjara Agustus 2019

No comments yet.

Leave a Reply