Minggu, 6 Desember 2020 - 08:01 WIB

Lapas Wirogunan Lakukan Aksi Kemanusiaan ke Gunung Kidul

 

 

Tim Lapas Kelas IIA Yogyakarta (Lapas Wirogunan) pada hari Jumat (18/10/2019) dipimpin langsung oleh Satriyo Waluyo selaku Kepala Lapas Kelas  Wirogunan melaksanakan kegiatan kemanusiaan berupa pemberian air bersih di Kabupaten Gunung Kidul. Ada empat titik area rawan air bersih yang dikunjungi. Tiga diantaranya ada di Kecamatan Tepus, dan satu di Kecamatan Gedang Sari.

Aksi pertama para tim menuju Kecamatan Tepus dengan memakan waktu perjalanan sekitar dua jam. Sebuah daerah yang memang dikenal sangat rawan air bersih di musim kemarau. Melihat struktur tanahnya yang sarat dengan batu-batu cadas membuat orang menjadi maklum bila daerah ini sulit air bersih. Tiga area yang dikunjungi ada pada satu desa tetapi berlainan dusun, yaitu dusun Bangle I, Dusun Trosari I , dan dusun Tegalwaru Yang seluruhnya masuk wilayah Desa Tepus Kecamatan Tepus.

Kepada ketiga Kepala Dusun serta warga masyarakat, Satriyo Waluyo menyatakan, “Dalam rangka Hari Dharma Karyadhika, Kemenkumham membuat program Bakti Sosial memberikan bantuan air bersih ke daerah rawan air. Lapas Wirogunan sebagai bagian dari Kemenkumham mewujudkan apa yang telah diprogramkan dengan memberikan bantuan air bersih ke daerah ini.”

“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi warga masyarakat”.

Ketiga Kepala Dusun yang mewakili warganya menyatakan terimakasih kepada Kepala Lapas Wirogunan beserta seluruh pegawai. Mereka menjelaskan bahwa disetiap musim kemarau penduduk mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga bantuan yang mereka terima sangat bermanfaat.

Selepas sholat jumat, tim melanjutkan kegiatan ke Kecamatan Gedang Sari yang menghabiskan waktu perjalanan lebih dari setengah jam. Agak berbeda dengan Tepus, Bebatuan di Kecamatan Gedang Sari tidak sebanyak Tepus. Tetapi perjalanan di area ini agak lebih sulit. Tim harus melewati perbukitan yang dikenal dengan gunung seribu.  Penurunan dan tanjakan curam harus dihadapi. Jurang dalam ada di kiri kanan jalan. Pemandangan gersang sama seperti di Tepus. Tanah retak-retak karena dilanda kekeringan, Sungai hampir tidak berair, pohon-pohon banyak yang merangas. Hampir sampai lokasi yang berada di dusun Jatibungkus tim harus melewati jalan yang hanya bisa dilewati satu mobil dengan penurunan yang tajam.

Tim tiba di lokasi dan disambut olehSumaryanta, Lurah Hardomulyo. Beserta warga yang telah siap dengan jerigen air mereka masing-masing. Kepada Kepala Lapas Wirogunan , Lurah Hargomulyo  mengatakan bahwa disetiap musim kemarau warganya sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Terlebih dua tahun belakangan kesulitan itu dirasa makin berat. Kondisi geografi yang berbukit-bukit merupakan medan yang tidak semua mobil bisa sampai ke desa yang dia pimpin. Seperti kegiatan tim Lapas Wirogunan. Mobil tangki air yang akan mensuplai air  ternyata tidak mampu sampai ke desa mereka, sehingga Luruh Hargomulyo Berinisiatif membawa air sumbangan Lapas Wiroguanan dengan menggunakan truk.

Tampak wajah warga desa menunjukan rasa senang ketika Satriyo Waluyo membuka kran air dari penampungan air untuk warga masyarakat. Mereka mengantri dengan tertib, karena Lapas Wirogunan memberikan sumbangan air bersih sebanyak 10 tangki dengan kapasitas lima ribu liter pertangki di setiap titik yang dikunjungi.

(AK 18102019)

 

Filed in: Kabar Penjara September 2019

No comments yet.

Leave a Reply