Sabtu, 26 September 2020 - 22:06 WIB

Lapas Kelas IIA Yogyakarta Selenggarakan Donor Darah

 

Memperingati hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 tahun 2019, Lapas Kelas IIA Yogyakarta bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan donor darah.  Balai Pengobatan Lapas Kelas IIA Yogyakarta yang cukup memadai dijadikan tempat kegiatan, dan dokter Novita yang sehari-hari bertugas di tempat ini langsung mengendalikan teknis pelaksanaannya.

Donor darah tidak hanya diikuti oleh para pegawai Lapas Yogyakarta saja, tetapi berdatangan para pendonor dari Kanwil Kemenkumham DIY, Rutan Yogyakarta, Rupbasan Yogyakarta, Bapas Yogyakarta, Rutan Bantul, Rutan Wates, dan Rupbasan Wates. Jumlah pendaftar mencapai 57 orang, dan yang memenuhi syarat untuk diambil darahnya sebanyak 33 orang. Dua puluh empat orang dinyatakan tidak bisa donor karena tidak memenuhi syarat, seperti sedang sakit, hingga tiga hari kebelakang mengkonsumsi obat yang dilarang bagi pendonor, tekanan darah tinggi, HB kurang, bahkan ada yang karena berat tubuh kurang.

Pada sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta menyatakan bahwa kegiatan donor darah yang merupakan rangkaian kegiatan hari Bhakti Pemasyarakatan dilaksanakan di Lapas ini karena memang tempatnya memadai dan menjadi ajang silaturahmi bagi pegawai dari berbagai unit pelaksana teknis di lingkungan Kanwil Kemenkumham DIY.

Sementara Tedja Sukmana, Kepala Divisi Pemasyarakatan  Kanwil Kemenkumham DIY mengharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan dan bagi pendonor sendiri, karena  melakukan donor darah secara rutin ternyata tidak mengganggu kesehatan. Tedja Sukmana mengucapkan terima kasih bagi yang berpartisipasi termasuk kepada PMI DIY yang berkenan datang untuk ikut mensukseskan kegiatan donor darah.

Berbagai ekspresi ditunjukan bagi pendaftar dan pendonor. Mereka yang benar-benar ingin mendonor tapi tidak memenuhi syarat menunjukan raut kecewa. Sedang yang telah beberapa kali donor menunjukan wajah yang biasa.

Lain lagi dengan Tika dari Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Pendonor terakhir ini menampakan wajah kawatir walau berusaha tersenyum. Ketika jarum suntik disiapkan dia pun berteriak, “Kok besar jarumnya!”

Sekantong darah dari Tika akhirnya dapat disumbangkan, seperti pendonor lainnya

Sungguh Mulia.

(AK 15032019)

Filed in: Kabar Penjara Maret 2019

No comments yet.

Leave a Reply