Terus Berbenah Sukseskan Zona Integritas, Lapas Yogyakarta Terima Kunjungan Biro Hukerma

 Terus Berbenah Sukseskan Zona Integritas, Lapas Yogyakarta Terima Kunjungan Biro Hukerma

Tim dari Biro Hukerma saat mengisi buku tamu di portier Lapas Yogyakarta. | Foto: Dok. Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Biro Humas Hukum dan Kerjasama bagian Kerjasama (Hukerma) Sekertariat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan monitoring terkait kerja sama antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta dengan para mitra kerjanya pada Kamis (23/09).

Adapun beberapa kerja sama yang tengah berlangsung di Lapas Yogyakarta diantaranya dengan Bank Rakyat Indonesia terkait cashless (transaksi non-tunai) belanja warga binaan untuk menghindari peredaran uang tunai di Lapas dan Kerja Sama antara Lapas Yogyakarta dengan PT. Margaria terkait pembinaan kemandirian warga binaan dalam pelatihan sub produksi.

Sebelum meninjau langsung hasil kerja sama, Tim Monev transit di Ruang Kerja Kalapas Yogtakarta. | Foto: Tika/ Humas Lapas Yogyakarta

Dalam kunjungannya, Tim Monev menilai beberapa nota kesepahaman perlu direviu kembali terkait tata naskah penyusunannya berdasarkan Permenkumham yang ada.

Pada kesempatan itu Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Yogyakarta, Arimin, bertanya langsung terkait penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sesuai.

“Mohon bimbingannya bagaimana membuat PKS yang sesuai standar. Seandainya nanti kami menjalin kerja sama, agar terlaksana dengan baik,” ujar Kalapas.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Kerja Sama Dalam Negeri Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemenkumham,
Meidy Firmansyah, menyampaikan bahwa dapat mengacu pada Permenkumham Nomor 65 tahun 2016.

“Format standar yang ada dalam Permenkumham Nomor 65 tahun 2016 tentang Penataan Kerja Sama di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Meidy mengatakan bahwa setiap kerja sama harus ada payung hukumnya. Ia juga menyarankan bahwa dokumen kerja sama sebaiknya ditanda tangani pada awal tahun, kaitannya dengan serapan anggaran dan PNBP. Kemudian untuk pendokumentasian, dapat memanfaatkan aplikasi P2MA untuk digitalisasi dokumen perjanjian dengan pihak ketiga.

Tim Monev tengah meninjau langsung hasil kerja sama berupa Box Create hasil karya WBP yang merupakan bentuk kerja sama dengan PT. Margaria. | Foto: Manggala/ Humas Lapas Yogyakarta

Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dari Tim Monev Hukerma kepada perwakilan Mitra Lapas Yogyakarta yaitu BRI dan PT. Margaria Group. Tim Monev juga meninjau langsung hasil kerja sama berupa Box Create hasil karya WBP yang merupakan bentuk kerja sama dengan PT. Margaria. [TPH, HT]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.