Jumat, 27 November 2020 - 20:38 WIB

Kunjungan Angota DPR RI Komisi III ke Lapas Wirogunan Mary Jane Membuat Surat untuk Presiden Jokowi

102_2392

Selasa siang (02/07/2016) anggota DPR RI Komisi III berkunjung ke Lapas Wirogunan dipimpin Tri Media Panjaitan Wakil Ketua Komisi III. Kedatangan mereka didampingi Pramono Kepala Kanwil Kemenkumham DIY dan para Kepala Devisi.

Suherman, Kepala Lapas Wirogunan dengan hangat menyambut kedatangan anggota DPR RI Komisi III. Terjalin obrolan ringan Suherman dengan Tifanul Sembiring di depan pintu porter. Mereka mematuhi peraturan yang ada di Lapas Wirogunan. Seluruh pengunjung menitipkan barang bawaannya seperti handphone ke petugas pengamanan.

Para pengunjung  langsung menuju blok hunian WBP wanita. Marry Jane, terpidana mati asal Filipina yang memang menunggu langsung diwawancarai para tamu. Silih bergganti Tri Media Panjaitan, Tifatul Sembiring dan para anggota DPR lainnya bertanya kepada Marry Jane seputar tindak pidana, kronolgi, dan keputusan pengadilan serta keadaannya selama di Lapas.

Berusaha menahan emosi Marry bercerita, walau akhirnya air matanya tidak bisa lagi terbendung. Pada kesempatan tersebut Marry Jane berkesempatan membuat surat meminta tolong kepada Presiden Jokowi. Surat tersebut lalu diserahkan Tri Media Panjaitan untuk diteruskannya. Marry duduk bersimpuh dan dengan suara terbata-bata memohon kepada Yang Maha Esa agar upayanya ini berhasil.

Selain dengan Marry para anggota DPR juga berbincang-bincang dengan tiga orang WBP asing lainnya. Dua dari Vietnam, dan satu dari India, kesemuanya berkasus narkoba.

Beberapa WBP asik membuat kerajinan tangan, seperti membatik, menjahit, dan menyulam. Mereka juga menjadi target anggota DPR untuk diwawancarai. Bahkan dengan bangga seorang anggota DPR membeli kain batik tulis buatan Marry Jane, walau sebetulnya belum jadi.

Selain Marry Jane yang dipidana mati, ada tiga WBP laki-laki yang juga dipidana mati. Antusias anggota Dewan mewawancarai ketiganya yang ternyata satu kasus, yaitu pembunuhan. Dua orang diantaranya ternyata ayah dengan anaknya. Berkata bila ditanya saja. Lain WBP yang satu lagi dan mantan aggota Polisi. Dia dengan emosional terus saja berbicara, walaupun tidak ditanya hingga harus diperingati.

“Kenapa meminta Grasi ke Presiden?”

“Berarti Bapak mengakui kesalahan?” Tri Media Panjaitan bertanya.

“Saya manut pengacara dari LBH saja Pak.”

“Saya tidak mengerti,” jawab WBP setengah baya yang ternyata ayah dari Yonas,

Sebelum meninggalkan Lapas, seorang anggota DPR berkomentar, “Dari beberapa Lapas yang kita kunjungi, ini Lapas yang paling manusiawi. Tempatnya terawat, tamannya indah, dan Lapangan OR untuk napi memadai.”

Ambar Kusuma

 

Filed in: Kabar Penjara Agustus 2016

No comments yet.

Leave a Reply