Klinik Pratama Lapas Yogyakarta Peroleh ‘Perizinan Berusaha Berbasis Risiko’

 Klinik Pratama Lapas Yogyakarta Peroleh ‘Perizinan Berusaha Berbasis Risiko’

Tim Penilai tengah memeriksa kelengkapan medis Klinik Pratama Lapas Yogyakarta.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKATA – Terus berupaya meningkatkan pelayanan terbaik, utamanya bidang kesehatan, Klinik Pratama Lapas Yogyakarta memperoleh “Perizinan Berusaha Berbasis Risiko” dari Wali Kota Yogyakarta, Senin (11/4).

Ada pun proses yang harus ditempuh untuk memperoleh ini berawal dari perhatian besar Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, terhadap Klinik Pratama Lapas Yogyakarta sejak awal tugas di Bulan Januari 2022.

Saat itu Klinik tersebut emiliki sarana prasarana (sarpras) yang telah memadai dan memberikan pelayanan 24 jam bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi klinik ini belum mendapatkan izin dari instansi yang berwenang.

Gagasan pun muncul, Soleh langsung merehabilitasi sarana-prasarana klinik terutama pada ruang tindakan pasien. Berbagai komponen Lapas pun dikerahkan, terutama para tenaga medis dan Kepala Sub Seksi Bimkemaswat untuk memperbaiki kegiatan administrasi, pemberian pelayanan kepada pasien ditingkatkan kualitasnya, serta tata letak sarpras pun diperhatikan.

Proses perbaikan berlanjut, Kepala Subseksi Bimkemaswat beserta tenaga medis Lapas Kelas IIA Yogyakarta mempersiapkan diri, dan berkonsultasi secara intensif kepada dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Setelah dinilai siap, Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Yogyakarta pun didaftarkan untuk mendapatkan izin operasional.

Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.| Foto: Dok. Humas Lapas Yogyakarta

Tepatnya pada Selasa (29/3) tim penilai dari Dinas Kesehatan Yogyakarta melakukan peninjauan lapangan langsung untuk melihat keberadaan klinik Lapas Kelas IIA Yogyakarta beserta segala pelayanannya.

Rekomendasi dari tim penilai ternyata masih ada beberapa sarpras yang harus diperbaiki dan  direalisasikan.

Mendapatkan informasi bahwa masih ada beberapa yang harus dipenuhi Soleh pun dengan tegas dan semangat mengajak petugas Lapas untuk memenuhi sarpras yang masih belum memenuhi standar sesegera mungkin.

Hasilnya? Gerak cepat ini membuahkan hasil yang diinginkan. Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Yogyakarta mendapatkan “Izin Berusaha Berbasis Risiko” berupa sertifikat standar terhadap Klinik Lapas Kelas IIA Yogyakarta yang memberikan pelayanan Medik Dasar, pelayanan kesehatan gigi dan mulut, serta pelayanan kefarmasian bagi petugas dan WBP.

Dalam keterangannya Kalapas dengan terbitnya sertifikat standar ini mengatakan bahwa ini menunjukan sarana-prasarana dan pemberian pelayanan kesehatan pada Klinik Lapas Kelas IIA Yogyakarta sudah sangat baik.

“Ini wujud pelayanan sangat baik di Lapas Jogja khususnya layanan kesehatan, saya berharap dalam memberikan pelayanan kesehatan harus terus berlanjut dengan tetap menerapkan tata nilai semakin PASTI,” ujarnya. [AK]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.