Kisah Keteladanan, Mengabdi 30 Tahun sebagai ASN Kemenkumham

 Kisah Keteladanan, Mengabdi 30 Tahun sebagai ASN Kemenkumham

Pak Saridi tengah menyampaikan kata pamitnya didampingi istri.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA- Suasana haru dan bahagia menyelimuti Aula ‘Gevangenis van Wirogunan’. Pasalnya, pada seremoni siang itu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta menghantarkan salah satu pegawainya memasuki masa purna tugas, Kamis (30/06).

Pegawai tersebut adalah Pengelola Pembinaan Kemandirian, Saridi, atau biasa dipanggil Pak Saridi memasuki masa purna tugas terhitung pada 1 Juli 2022. Dari riwayat yang berhasil dihimpun, Ia memulai karir dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalimantan Barat terhitung mulai 1 Maret 1992. Setelah itu mutasi ke Kanwil Kemenkumham Daerah Istimewa Yogyakarta sampai masa purna tugasnya.

Selama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pak Saridi dikenal sebagai pribadi yang disiplin. Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Hasil Kerja Lapas Yogyakarta, Jati Suryono, dalam pesan dan kesannya mewakili pada acara pamitan tersebut.

“Pak Saridi ini pribadi yang ramah dan disiplin, selalu hadir minimal tiga puluh menit sebelum lonceng berbunyi. Beberapa kali juga mendapat penghargaan pegawai teladan kategori kedisiplinan. Itu karena rumahnya jauh tapi semangatnya luar biasa,” ungkap Jati disambut tepuk tangan pegawai lain.

Sementara dalam kata pamitnya, Pak Saridi yang juga pandai ‘Nembang’ Bahasa Jawa itu menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi yang terjalin selama di Lapas Kelas IIA Yogyakarta.

“Saya mengucapkan terima kasih atas bimbingan, arahan dan kerja sama yang selama ini terjalin. Saya juga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan baik yang saya sengaja maupun yang tidak kami sengaja. Banyak keterbatasan saya selama mengabdi dan bergaul dengan bapak ibu sekalian. Namun itulah saya, yang hari ini terakhir sebagai pegawai Lapas Yogyakarta. Sangat bangga sekali saya menjadi bagian dari Lapas Wirogunan Yogyakarta ini,” ungkapnya didampingi sang istri.

Dalam akhir kata pamitnya Pak Saridi berpesan melalui sebuah tembang Berbahasa Jawa kepada pegawai yang hadir di Aula. Tembangbtersebut bermakna agar manusia senantiasa tetap menjaga ibadah dan mengajak keluarga beribadah agar selamat dunia dan akhirat.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada Bapak Saridi dan keluarga serta foto bersama. [TPH]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to content