Sabtu, 26 September 2020 - 00:03 WIB

Inspektur Wilayah V Kemenkumham Mengunjungi Lapas Wirogunan

WBP menunjukkan bros karyanya - www.lapaswirogunan.com

Salah seorang WBP Blok Wanita Lapas Wirogunan tengah menunjukkan hasil karyanya selama berada di Lapas Wirogunan kepada Siti Honiyah, Inspektur Wilayah V Kemenkumham pada Kamis (5/2). [Foto:Ambar Kusuma]

Lapas Kelas IIA Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lapas Wirogunan mendapat kunjungan dari Inspektur Wilayah V Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM pimpinan Siti Honiah pada Kamis (05/02). Kunjungan yang juga didampingi oleh Endang Sudirman Kepala Kanwil Kemenkumhamham tersebut dalam rangka monitoring dan melihat langsung kegiatan yang ada di Lapas Wirogunan.

Kunjungan pertama menuju blok mengarah ke Blok C atau biasa disebut Blok Wanita. Para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menyambut Siti dengan berjabat tangan. Sebagian dari WBP sedang asik membuat kerajinan tangan berupa bros dari pita.
“Berapa harga bros ini?”, tanya Siti ke salah satu WBP.
“Lima ribu bu”, jawabnya.
“Apa kalian dapat upah dari membuat ini?”, selidik Siti.
“Dapat Bu, ini modalnya Tiga ribu”, ungkap WBP sambil menunjukkan karyanya.

Obrolan nampak lebih serius ketika berbincang berdua dengan WBP wanita yang menyandang gelar mahasiswi S2 Fakultas Kedokteran di salah satu universitas ternama. Sambil menahan tangis WBP bercerita bahwa akibat menjadi jokey untuk masuk  perguruan tinggi, dengan bayaran jutaan rupiah, dia harus menjalankan pidana penjara di Lapas Wirogunan. Penuh simpatik Siti mendengarkan kisah tersebut, dan memberikan motivasi agar tetap tegar menjalankan pidana.
Usai menginpeksi Blok Wanita, Siti dan rombongan menuju Blok Tipikor (Tindak Pidana Korupsi). Dengan ramah Siti menyapa para WBP, dan menyempatkan untuk berbincang dengan mereka.
“Mengapa Bapak sampai disini?”, tanya Siti kepada salah satu WBP di kamar huninya.
“Wah nggak tahu bu, katanya sih korupsi, padahal saya ini kan pedagang, masa tidak boleh untung” jawab WBP panjang lebar menjelaskan.

“Saya ini haya disuruh bawa surat, dan diberikan kepada seseorang.” Belum puas menjawab WBP kembali melakukan pembelaan bahwa yang waktu itu dia lakukan adalah benar, tapi malah dituduh korupsi. Wanita berjilbab merah marun ini menyimak lalu memberikan motivasi dan menasehati, lalu diiyakan oleh WBP.

Memasuki waktu Sholat Dhuhur, Siti Honiah mempersilahkan WBP yang muslim menuju ke masjid untuk berjamaah. [Ambar Kusuma]

Filed in: Kabar Penjara Februari 2015

No comments yet.

Leave a Reply