Kamis, 1 Oktober 2020 - 02:28 WIB

eluarga Besar Lapas Kelas IIA Yogyakarta Bersepeda Santai Lakukan Kampanye Anti Korupsi dan Tolak Gratifikasi

Sebuah perhelatan menyenangkan dan penuh keakrapan diselenggarakan Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Jumat pagi (19/07/2019) sebanyak 60 pegawai dipimpin langsung oleh Satriyo Waluyo, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta melakukan kampanye anti Korupsi Kolusi dan Nepotisme, serta tolak Gratifikasi dalam rangka Pembangunan Zona Integritas di Lapas Kelas IIA Yogyakarta Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Sebelum memulai Kepala Lapas memberi semangat kepada peserta kampanye, “Hari ini mari kita informasikan kepada masyarakat bahwa pelayanan di Lapas Yogyakarta adalah nol rupiah. Kita tegaskan bahwa Lapas Wirogunan anti korupsi dan menolak gratifikasi. Tunjukan bahwa kita siap memberikan pelayanan prima dengan sapa, senyum dan ramah.”

Kampanye dilakukan dengan bersepeda santai menyusuri jalan Taman Siswa, jalan Sultan Agung, Jalan Gajah Mada,  ke jalan Mataram hingga menembus kawasan Malioboro, dan menghentikan perjalanan di pelataran Benteng Vredeburg. Satriyo Waluyo didampingi Jati Suryono yang menjadi maskot dan dua duta pelayanan menjelaskan kepada pengunjung Benteng Vredeburg maksud kegiatan kampanye Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Sementara peserta kampanye yang lain pun menyebar dengan melakukan kegiatan yang sama.

Masyarakat sangat senang dengan tekat Lapas Yogyakarta, dan ikut mendukung tekad Lapas Wirogunan. Seperti yang dituturkan oleh seorang guru SMK I Yogyakarta, “Saya sangat mengapresiasi tekad Lapas Wirogunan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan moto anti korupsi dan menolak gratifikasi. Semoga ini dapat terwujud untuk kepentingan bersama.”

Peserta kampanye pun berjalan kaki ke 0 kilometer Yogyakarta. Di kawasan terbuka publik ini, mereka kembali menjelaskan tujuan berkampanye sambil memberikan setiker kepada masyarakat. Bahkan turis manca negara pun menyambut senang kegiatan ini. Termasuk juga kelompok pecinta olah raga bersepeda.

Selesai kegiatan di 0 kilometer Yogyakarta, kembali sepeda dikayuh menuju alun-alun Utara Keraton Kesultanan Yogyakarta.  Pada kedai “Soto Sampah” para peserta beristirahat menikmati hangatnya kebersamaan mereka. Semangkok soto ditemani teh hangat menambah suasana semakin akrab. Diakhir acara Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta menempelkan beberapa stiker yang antara lain bertuliskan “Pelayanan Lapas Jogja Gratis 0 rupiah” pada gerobak “Soto Sampah” dimana sang pemilik ikut mendukung akan tekad Lapas Kelas IIA Yogyakarta dalam melaksanakan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

(AK 20072019)

Filed in: Kabar Penjara Juli 2019

No comments yet.

Leave a Reply