Senin, 28 September 2020 - 06:02 WIB

Dua ‘siswa’ Berjuang untuk Lulus, Ujian Ditempuh di Lapas Wirogunan

100_5513+

Hari Senin (13/4) kedua WBP Wanita kembali menghadapi tes berupa ujian nasional bagi siswa SMK di Lapas Wirogunan. [Ambar K]

Kasus penganiayaan seorang remaja putri yang dikeroyok oleh beberapa orang, terkait tato Hello Kity, cukup menggemparkan masyarakat luas. Beberapa pelakunya telah ditahan oleh institusi Kepolisian dari Polres Bantul dan dititipkan di Lapas Wirogunan,. Dua diantaranya telah menduduki kelas tiga sekolah lanjutan atas.
Sekolah mereka dan Dinas Pendidikan memberikan keputusan yang bijak, bahwa mereka dapat menempuh ujian. Lapas Wirogunan sendiri merespon baik, dengan memberikan fasilitas berupa tempat untuk ujian kedua tahanan tersebut di ruang konseling Seksi Bimbinan Narapidana dan Anak Didik (Binapi). Hal ini dilakukan Lapas sebagai perwujudan pemenuhan hak WBP tentang “Pendidikan dan Pengajaran”, sesuai Peraturan Pemerintah RI nomor 32 tahu 1999, tentang “Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP”. Bulan Maret lalu, kedua tahanan WR dan Ml menempuh ujian Sekolah. Dua orang guru BP, dan seorang staf dari salah satu SMK, dengan sabar memberikan pendampingan dan pengawasan kepada anak didiknya tersebut agar kuat menghadapi cobaan, dan dapat mengerjakan soal ujian dengan baik.
Hari Senin (13/4) keduanya kembali menghadapi tes berupa ujian nasional bagi siswa SMK. Tampak guru-guru pengawas ujian melaksanakan tugas, dengan berusaha sebaik mungkin dan meninggalkan kesan seram agar kedua siswa yang kini berada di Lapas Wirogunan dalam rangka menjalankan proses hukum dapat mengerjakan soal ujian dengan tenang.
(AK 14042015)

Filed in: Kabar Penjara April 2015

No comments yet.

Leave a Reply